Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq di acara tabligh akbar. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, menghadiri acara Tabligh Akbar dan Halal bihalal yang digelar Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Kediri, di Convention Hall SLG, Kecamatan Ngasem, Minggu (27/4/2025).
Saat menyampaikan tausyiah pada acara tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah itu, mendorong Muhammadiyah untuk aktif menciptakan masyarakat berilmu.
BACA JUGA:
- Damkar Kabupaten Kediri Evakuasi Ular Piton 6 Meter di Gurah
- SIWO PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar Perdana, Orado Bidik Atlet Muda Berprestasi
- Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp1,819 Miliar untuk Masyarakat Kota Kediri
- TPA Sekoto Rawan Overload, DLH Kabupaten Kediri Usulkan Dua TPST Berteknologi RDF
Fajar menjelaskan, kehadirannya di Kediri ini, merupakan proses tarbiyah secara kolektif, atau dengan kata lain, bahwa saat ini, pendidikan itu idealnya tidak hanya diikuti oleh anak usia sekolah, tapi bisa sebagai pembelajaran oleh berbagai lapisan masyarakat.
Menurut Wamen Dikdasmen, majunya suatu pendidikan di daerah itu perlu didukung oleh kolaborasi dari berbagai pihak.
Khususnya, hingga sekarang, pendidikan kemuhamadiyahan telah hadir di tengah masyarakat yang mengusung konsep modern, dan berpikir ke masa depan, atau futuristik.
"Salah satu meningkatnya kualitas hidup adalah dari meningkatnya kualitas pendidikan di Indonesia.
Tentu masih ada kekurangan, tapi kami berupaya menjawab tantangan dan kami juga ingin bahwa bisa membuat perundang-undangan yang inklusif dan bisa mengayomi semua golongan masyarakat, sehingga tidak boleh ada masyarakat yang terdholimi," katanya.
Ia mencontohkan, sewaktu berkunjung di Tapanuli Selatan ada budaya masyarakat yang baik, di mana mereka mementingkan pendidikan untuk anak cucunya hingga SMA. Mereka lebih memilih menahan gaya hidup mewah, demi memberi pendidikan anak mereka.
"Jangan mementingkan casing atau penampilan di luar, misal gaya hidup mewah, mobil dan motornya (selalu) ganti, tapi sekolah anak-anaknya terbengkalai. Jika bapak ibu lulusan SD, maka idealnya bisa menyekolahkan anak minimal lulus SMA atau S1,"terangnya.
Selain itu, Fajar juga mengumumkan inovasi kurikulum di tingkat dasar. Mulai tahun ajaran mendatang, mata pelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI) akan diperkenalkan sebagai mata pelajaran pilihan bagi siswa mulai kelas 4 SD.
Menurut Fajar, persiapan kurikulum sudah hampir rampung dan akan segera diumumkan oleh Menteri Pendidikan. Pelaksanaan akan dimulai pada tahun ajaran ini, namun bersifat opsional, bergantung pada kesiapan masing-masing sekolah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




