Syaikh Afifuddin Al-Aljailani dan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, dalam acara istitghatsah dan shalat malam di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara, Surabaya, Rabu (29/4/2025)/ Foto: bangsaonline
“Semoga semua dijaga oleh Allah,” kata Syaikh Afifuddin dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Ustadz Mirwan lulusan perguruan tinggi Sudan.
Terkait dengan Khofifah yang diserang buzzer, Syaikh Afifuddin mengatakan bahwa setiap kesulitan selalu disertai kemudahan. “Tapi yakinlah bahwa Allah telah bersumpah dalam Al Quran bahwa setelah kesulitan ada kemudahan,” tegas Syaikh Afifuddin.
Menurut dia, kedengkian dan permusuhan sudah ada sejak iblis membangkang pada perintah Allah SWT. Saat itu Allah menyuruh iblis sujud kepada Nabi Adam, tapi iblis menolak. Iblis congkak merasa lebih mulia daripada manusia karena dicipta dari api, sedangkan manusia dicipta dari tanah.
“Itulah yang jadi sumber permusuhan,” kata Syaikh Afifuddin.
Menurut Syaikh Afifudddin, semua kita tahu dan sepakat bahwa manusia yang paling baik adalah Nabi dan Rasul. “Tapi coba kita renungkan, apakah nabi tak punya musuh. Semua nabi punya musuh. Bahkan nabi terakhir juga punya banyak musuh,” ujar Syaikh Afifuddin.
“Itulah tanda-tanda kebenaran,” tegas Syaikh Afifuddin lagi.
Dalam syirah nabi, tutur Syaikh, nabi dinista. Tapi Allah berjanji akan memberi pertolongan.
“Sekarang kita mewarisi ilmu dan ajaran nabi,” kata Syaikh. Ilmu dan ajaran inilah yang dulu dipertahankan nabi dari serangan musuh-musuhnya.
Syaikh Afifuddin juga mengatakan bahwa ujian dan kesulitan itu suatu tanda bahwa kita dekat dengan Allah SWT. “Maka kita harus berdoa. Kalau sekarang belum dikabulkan, bisa jadi kita belum berdoa,” ujarnya.
Menurut Syaikh Afifuddin, dari kasus Khofifah ini bisa diambil hikmah.
“Dari peristiwa ini kita dapat mengambil (hikmah) siapa kawan dan siapa lawan,” katanya.
Syaikh Afifuddin menyarankan, untuk menghadapi orang-orang yang menyerang Khofifah sebaiknya kita tidak mendoakan mereka jelek, tapi mendoakan mereka semoga dilunakkan hatinya.
“Imam Syafii dan Imam Ahmad Ibnu Hanbal mengatakan, seandainya aku tahu mana doa yang diterima Allah aku akan berikan kepada pemimpin. Karena baiknya pemimpin akan menjadi baiknya masyarakat atau rakyat,” tegas Syaikh Afifuddin.
“Semoga Allah tetap memberikan kebaikan dan barakah kepada Khofifah. Dan juga kepada putra Kiai Asep (Gus Barra) dan bisa menyejahterakan rakyatnya,” harapnya.
Syaikh Afifuddin juga mendoakan para ulama. “Semoga Allah tidak hanya memberi kebaikan kepada pemimpin tapi juga kepada ulama dan semoga memberikan kebaikan kepada kita semua,” doa Syaikh Afifuddin.
Usai acara para kiai dan jemaah berebut mencium tangan dzurriyah Rasulullah SAW itu. (MMA)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




