STIE Malangkucewara dan GANN Malang Raya Teken MoU Cegah Peredaran Narkoba

STIE Malangkucewara dan GANN Malang Raya Teken MoU Cegah Peredaran Narkoba

KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - Dalam upaya pencegahan penyalahgunaan di lingkungan kampus, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama DPC Generasi Anti Narkotika Nasional () Malang Raya.

Kerja sama ini menjadi terobosan strategis untuk melindungi mahasiswa dari ancaman penyalahgunaan  sekaligus menciptakan ekosistem kampus yang sehat dan produktif.

Kolaborasi ini tidak hanya fokus pada sosialisasi konvensional, tetapi juga mengoptimalkan media digital.

Malang Raya akan menggelar program edukasi intensif, mulai dari penyuluhan interaktif, pemasangan banner bertema anti-, hingga produksi podcast yang bisa diakses mahasiswa kapan pun.

“Kami ingin materi edukasi tidak monoton. Podcast, misalnya, menjadi cara kekinian untuk menyentuh generasi muda,” tegas Dwi Indrotito Cahyono, Ketua Malang Raya, yang akrab disapa Sam Tito.

Tak hanya itu, juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian untuk memperkuat pengawasan.

Sam Tito menekankan, kerja sama dengan aparat bertujuan memutus rantai peredaran di sekitar kampus.

“Kami juga membuka layanan konseling dan rehabilitasi bagi korban. Tapi tegas: rehabilitasi hanya untuk korban, bukan pengedar,” imbuhnya.

Uniknya, kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga melibatkan dosen. akan memberikan pelatihan khusus kepada tenaga pengajar tentang cara mendeteksi gejala penyalahgunaan dan teknik pendampingan korban.

“Dosen adalah ujung tombak. Mereka perlu memiliki kepekaan dan pengetahuan untuk turut menjaga lingkungan kampus,” jelas Sam Tito.

“Kami ingin Malang Raya menjadi contoh daerah dengan kampus bersih . Ini tugas bersama,” pungkas Sam Tito.

sendiri telah lama menerapkan kebijakan anti- secara sistematis. Setiap mahasiswa baru wajib menandatangani surat pernyataan bebas .

Pelanggar akan dikenai sanksi tegas, bahkan tes urin mendadak kerap dilakukan sebagai bentuk pencegahan.

“Kami tak ingin ada celah bagi masuk ke kampus. Ini tentang masa depan mahasiswa,” ujar Drs. Bunyamin MM, PhD, Ketua .

Bunyamin juga menyoroti fenomena bullying sebagai pemicu tidak langsung penyalahgunaan di kalangan mahasiswa.

Menurutnya, lingkungan akademik harus menjadi ruang aman agar mahasiswa tidak mencari pelarian ke hal negatif.

“Pencegahan lebih penting daripada mengobati. Kolaborasi dengan adalah langkah konkret untuk memutus mata rantai masalah sejak dini,” tambahnya.  (dad/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Kejari Gunungkidul Musnahkan Belasan Barang Bukti Tindak Pidana':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO