Korlap aksi, Hari Budianto, saat berorasi di depan Kantor TIS. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Puluhan buruh yang tergabung dalam Keluarga Besar KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Kabupaten) Kabupaten Kediri bersama sejumlah elemen organisasi terkait menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor PT TIS, Jalan Kombespol Duryat, Kota Kediri, Rabu (7/5/2025).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap buruh yang terkena PHK atua pemutusan hubungan kerja. Para demonstran membentangkan poster-poster berisi tuntutan mereka dan berorasi di depan kantor PT TIS.
BACA JUGA:
- Ular Piton 2 Meter Muncul di Pekarangan Rumah Warga, Damkar Pos Grogol Kediri Lakukan Evakuasi
- Ketua Caretaker DPD AMPI Ajak Gen Z Lestarikan Kuliner Legendaris Berbumbu Rempah
- Pengukuran Ulang Jadi Solusi Sengketa Tanah di Tawang Kediri
- Bupati Kediri Salurkan Bantuan Benih Jagung dan Traktor untuk Petani Ngadiluwih
Setelah beberapa saat berorasi, pihak manajemen akhirnya mengizinkan koordinator lapangan (korlap) aksi dan beberapa perwakilan buruh masuk untuk mediasi. Namun, hal tersebut tidak menghasilkan kesepakatan, sehingga perwakilan buruh kembali melanjutkan orasi mereka di luar gedung.
Hari Budianto selaku koordinator aksi menegaskan, pihak manajemen PT TIS tidak memberikan pesangon kepada karyawan yang telah memasuki masa pensiun atau terkena PHK, sebagaimana diatur dalam perundang-undangan yang berlaku.
Menurut dia, pihak manajemen tidak menunjukkan respon positif terhadap hak normatif pekerja, meskipun telah ada Surat Rekomendasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri bernomor 500.15.15.2/1358/418.30/2024 tertanggal 26 Agustus 2024.
"Kami hanya dipertemukan dengan ahli waris perusahaan dan tidak menemukan titik temu. Maka dari itu, kami akan kembali melakukan aksi demo dengan jumlah massa yang lebih besar, bahkan mengundang seluruh buruh di Jawa Timur untuk datang ke Kediri," ujarnya.






