Tim SAR saat berada di pos pencarian untuk evakuasi remaja yang terseret arus Sungai Brantar, Kabupaten Blitar. Foto: AKINA NUR ALANA/BANGSAONLINE
Menurut dia, kondisi sungai Brantas yang dominan berpasir menjadi tantangan tersendiri.
"Arus sungai deras, meskipun debit air tidak terlalu tinggi. Ditambah lagi dengan kontur dasar sungai yang dominan berpasir, ada kemungkinan korban tertimbun pasir atau tersangkut sampah," imbuhnya.
Tim SAR juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pintu air di wilayah hilir Sungai Brantas untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus keluar dari area Blitar.
Sugeng Purnomo selaku kepala dusun setempat menjelaskan, korban sebenarnya bisa berenang dan sudah terbiasa melakukan aktifitas di sekitaran sungai Brantas. Lokasi tersebut, kata dia menang sering dijadikan oleh pemuda lokal sekitar untuk berenang.
"Korban ini bisa berenang, dan di sini memang sering dijadikan lokasi berenang oleh pemuda sini. Kami sudah sering mengingatkan dan menghimbau agar kegiatan tersebut tidak dilakukan namun terkadang memang masih ada yang berenang di aliran sungai Brantas ini," paparnya.
Pencarian akan dilanjutkan hingga beberapa hari ke depan, dengan harapan korban segera ditemukan. (ina/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




