BNNP Musnahkan Hampir 7 Kg Sabu dan 10 Kg Lebih Ganja di Pamekasan

BNNP Musnahkan Hampir 7 Kg Sabu dan 10 Kg Lebih Ganja di Pamekasan Kepala BNN Republik Indonesia, Marthinus Hukom, saat menyampaikan sambutan sebelum pemusnahan barang bukti narkotika.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur musnahkan barang bukti berupa narkotika seberat 6.869,095 gram sabu dan 10.608,417 gram ganja di Halaman Pendopo Ronggo Sukowati Kabupaten Pamekasan, Rabu (4/6/2025)

Pemusnahan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BNN Republik Indonesia Marthinus Hukom, jajaran BNNK se-Jatim, Plt. Gubenur Jatim Emil Elistianto Dardak, dan Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman.

Marthinus Hukom menyampaikan banyak terima kasih atas dukungan-dukungan yang bersifat moril sehingga BNN mampu menunaikan tugas di bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Jawa Timur yang telah membantu atau merumuskan peraturan-peraturan daerah dan menganggarkan daerah yang merupakan kegiatan P4GN," katanya.

Marthinus mengatakan, hal tersebut menjadi modal besar untuk BNN dan juga Negara, lantaran BNN merupakan bagian dari sistem yang kerja dalam pemerintahan di Republik Indonesia.

Sehingga menurut ia, kontribusi dari Gubernur Jawa Timur dan Ketua DPRD merupakan suatu sistem yang sudah berjalan.

"Siapa pun kepala BNNP, sistem inilah tegesi kita bersama, siapa pun gubernur, siapa pun wakil dari gubenur sistem ini akan tetap berjalan," ujarnya.

Selain itu, Marthinus juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Pamekasan Kholilurrahman yang telah berkontribusi dan berkomitmen dalam ikut serta dalam menangani isi narkoba di Republik Indonesia, khususnya Kota Gerbang Salam.

"Kita ketahui bahwa, hari ini seorang Presiden Jenderal Prabowo Subianto menempatkan isu narkoba menjadi tirikal isu dan hal ini harus menjadi moral standing kita bersama, ini juga harus menjadi payung kita bersama, bahkan harus menjadi motivasi bersama," ujarnya.

Marthinus meyakini bahwa Presiden bersama dengan intuisi intelijen yang sangat kuat, melihat narkoba bukan sekadar masalah kamtibmas dan keamanan, melainkan juga masalah ketahanan nasional. Bahkan Prabowo mengangkat isu ini sebagai misi-visinya.

"Kami sebagai kepala BNN berkomitmen mendukung program-program presiden. Dan komitmen itu kita laksanakan sepanjang hari, dan sepanjang tahun untuk mewujudkan visi dan misi dari beliau," terangnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO