Ahmad Budiono, tokoh senior dari Probolinggo saat menunjukkan buku sejarah Kota Kraksaan jadi ibu kota daerah. Foto: ANDI SIRAJUDIN/BANGSAONLINE
“Beliau ikut berjuang hingga Kraksaan menjadi ibu kota definitif. Ini perjuangan luar biasa dan harus diapresiasi,” ucapnya sembari menunjukkan buku sejarah dan foto-foto pencetus ibu kota yang memuat nama KH Romli Syahir.
Buku tersebut dinilai merupakan hasil kajian yang dikirim langsung ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hingga terbitnya PP Nomor 2 Tahun 2010 tentang pengesahan Kraksaan sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo.
“Kalau putra KH Nuruddin Musyairi disandingkan dengan KH Romli Syahir, itu bukan hal mustahil. Mereka adalah cikal bakal perjuangan Kraksaan sebagai ibu kota,” tuturnya.
Ia mengaku terpanggil untuk menyuarakan dukungan dan memberikan pertimbangan kepada kader NU, baik struktural maupun kultural, menjelang Konfercab. Ia menilai kedua tokoh tersebut sangat layak memimpin PCNU Kraksaan.
“Pertimbangan lain, keduanya bisa merekatkan seluruh ponpes besar di Kabupaten Probolinggo seperti Genggong, Nurul Jadid, Badriduja, Nurul Qodim, dan ormas Islam lainnya,” pungkasnya. (ndi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




