Ribuan karton plastik permen bertuliskan Yaowo dibakar di halaman belakang PT UPA, Jalan Panjang Jiwo Surabaya. foto: rusmiyanto/BANGSAONLINE
Di sela-sela pemusnahan, Moh. Hasan Ubaidillah, Wakil Sekretaris PWNU Jatim menyatakan, dari pihak perusahaan PT. UPA sudah melayangkan surat permintaan maaf kepada PWNU Jatim atas kata-kata dari kemasan permen yang dianggap melecehkan.
"Kami telah menerima surat dari pihak perusahaan, di mana yang dilakukan tidak ada unsur kesengajaan. Mereka tidak tahu jika hal itu bisa melukai pihak tertentu," ujar Hasan.
Saat ditanyakan lebih lanjut apakah kasus ini bisa dibawa ke jalur hukum? Menurut Hasan, "Jika sudah ada permintaan maaf dan memang tidak sengaja, serta ada itikad baik untuk menarik, maka cukup saling memaafkan," dalihnya.
"Namun bila ada bukti penunjang bahwa dari pihak perusahaan secara sengaja mengambil kata-kata suci agama yang dipelesetkan untuk kepentingan golongan atau pribadi, maka kita akan laporkan ke pihak yang berwajib," paparnya.
Moh. Hasan Ubaidillah juga berpesan, agar lebih berhati-hati dalam penggunaan kata-kata suci seperti Ya Allah. "Di beberapa daerah, memang ada pengucapan kata-kata suci yang berubah. Seperti di Madura. Astaghfirullah jadi Poralah. Itu sudah biasa di sana," pungkasnya.
Moh Hasan Ubaidillah menambahkan, bahwa pada Selasa (27/10) yang akan datang, pihak kantor pusat perusahaan tersebut dari Jakarta akan melakukan klarifikasi ke PWNU Jatim.
Namun, lanjut Hasan, pihaknya masih akan melakukan kroscek apakah ada unsur kesengajaan atau tidak yang dilakukan oleh pihak perusahaan. "Untuk saat ini, kasus belum selesai dan akan kita klarifikasi, Selasa mendatang," tutup Hasan. (yan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




