Salah satu kegiatan yang berlangsung di Rumah Literasi Digital Surabaya.
“Dengan intervensi yang tepat, anak-anak bisa mencapai kemandirian sosial dan ekonomi di masa depan,” ujarnya.
Cahyadi juga menyampaikan pesan kepada tiga kelompok orang tua. Ia meminta orang tua baru memperkaya informasi tumbuh kembang anak, orang tua bayi enam bulan waspada terhadap perilaku berbeda, serta orang tua yang anaknya menjalani intervensi aktif memantau perkembangan bersama terapis.
Sementara itu, pemerhati isu autisme Chusnur Ismiati menilai kesadaran publik sangat penting untuk mendukung anak autisme mencapai potensi maksimal.
Istri Inspektorat Provinsi Jawa Timur, Hendri Gunawan ini menyebut teknologi dapat berperan dalam deteksi dini, termasuk melalui aplikasi yang mengenali potensi autisme sebelum anak diperiksa psikolog atau dokter.
"Teknologi dapat dimanfaatkan dalam deteksi dini potensi autisme, sehingga anak cepat tertangani," Iis Hendro Gunawan.
Rumah Literasi Digital Surabaya melalui Jagongan Bareng “Autisme dan Kita” berupaya menghadirkan informasi yang akurat dan relevan kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kepedulian terhadap isu autisme.
Sebagai tambahan, Malang Autism Center akan menggelar Malang Autism Center (MAC) 2025 pada 25–26 Oktober di Malang Creative Center. Acara tersebut menghadirkan seminar, kampanye sosial, pameran karya, serta ruang ekspresi bagi anak autisme.
Perhelatan itu melibatkan dokter spesialis, terapis, akademisi, dan penggiat autisme. MAC 2025 tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun ke-10, tetapi juga wadah menghapus stigma, membuka ruang dialog, serta mendorong masyarakat lebih ramah dan inklusif terhadap anak ASD. (mdr)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






