Bupati Mojokerto Dr Muhammad Al Barra (Gus Bara) dan rombongan saat diterima Gus Muid di Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, Sabtu (4/10/2025) malam. Foto: bangsaonline
Gus Muid juga banyak cerita tentang Kiai Asep waktu mondok di Al Khoziny. Menurut dia, Kiai Asep adalah santri yang cerdas dan kuat sekali ingatannya. Bahkan Kiai Asep mengaji kitab apa saja dan mempelajari semua pelajaran umum.
“Ngaji Alfiah tapi juga belajar bahasa Inggris, matematika dan semua pelajaran,” katanya.
Menurut Gus Muid, Kiai Asep juga belajar Ilmu Faid dan 'Arud. "Padahal 'Arud itu sangat sulit," katanya.
Karakter Kiai Asep, tutur Gus Muid, selalu ingin cepat. “Saat ngaji Falak gurunya didatangi terus. Ingin cepat khatam,” kata Gus Muid yang saat muda mengaku sangat akrab dengan Kiai Asep.
“Pernah besama saya ke Jawa Tengah, saya yang menyopiri,” ungkapnya.
Hebatnya, semua pelajaran langsung menancap dalam ingatannya. Misalnya mengaji kitab habis dzuhur, habis Ashar dan habis Maghrib, semua pelajaran itu langsung hafal.
Gus Bara menyerahkan bantuan uang tunai. Setelah itu Gus Bara pamit dan bersama rombongan menuju lokasi reruntuhan gedung yang ambruk.
Saat itulah Gus Bara sempat bertemu Bupati Sidoarjo Subandi di Al Khoziny. Maka bersama Bupati Subandi, Gus Bara kemudian menuju lokasi gedung yang ambruk.
Tampak alat berat dioperasikan. Ada truck dan mobil alat berat dikerahkan.
Sampai tengah malam masih banyak sekali para petugas di lokasi musibah itu. Para petugas dan pekerja bekerja keras. Siang malam. Saat Gus Bara meninjau gedung yang runtuh itu jam sudah hampir tengah malam.
Saat meninggalkan lokasi musibah itu Gus Bara sempat bertemu dengan beberapa petugas BPBD Kabupaten Mojokerto yang sedang bertugas. Mereka menyalami Gus Bara dan minta foto bersama. Gus Bara sempat memberikan uang. Setelah itu Gus Bara dan rombongan menuju mobilnya masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






