Assistant Department Manager Government & External Relation PT Smelting, Bouman T. Situmorang (kiri) menyerahkan piagam.kepada para pemerhati TBC. FOTO: ist.
Sebanyak 10 Puskesmas di Gresik menjadi wilayah intervensi program yang mencakup 110 desa. Antara lain, Puskesmas Nelayan, Alun-Alun, Industri, Kebomas, Sukomulyo, Manyar, Bungah, Duduksampeyan, Gending, dan Sembayat.
"Alhamdulillah Desa Sukomulyo yang tentunya menjadi wilayah perusahaan menjadi daerah Zero TB," ungkapnya.
Ke depan, PT Smelting akan melanjutkan program melalui periode 2025–2029, dengan fokus pada pengembangan Kampung Bebas TBC, renovasi ventilasi rumah sehat, pemberdayaan kader, dan pengembangan koperasi TBC.
"Target kami yaitu Zero TBC Gresik tahun 2028," tegasnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Gresik, Suprapto memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi PT Smelting dalam menekan angka kasus TBC di Gresik.
"TBC masih menjadi tantangan besar. Tahun 2025 ini saja ditemukan 1.444 kasus TBC di Gresik dengan tingkat kesembuhan 80 persen. Dukungan PT Smelting menjadi contoh sinergi lintas sektor yang nyata dalam mencapai target eliminasi TBC 2030," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Gresik telah menyiapkan regulasi pendukung seperti Perbup Nomor 37 Tahun 2020 dan Perbup Nomor 40 Tahun 2023 tentang penanggulangan TBC 2023–2027, untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
"Harapannya apa yang telah dilakukan PT Smelting bisa dicontoh oleh perusahaan lainnya," pungkasnya.
M. Taufiqur Rahman, salah satu penerima manfaat menceritakan kisahnya yang sempat dua kali positif TBC.
"Saya sempat kehilangan semangat, tapi bantuan nutrisi dan renovasi ventilasi rumah dari PT Smelting membuat saya bisa pulih. Berat badan naik dari 41 ke 52 kilogram, anak saya dapat beasiswa, dan kini punya usaha kecil dari bantuan modal," ungkapnya. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






