Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wabup Asluchul Alif berbincang dengan pembina MTQ KH Saiful Munir usai penyerahan reward. FOTO: ist.
Sementara itu, Gus Yani dalam sambutan peringatan HSN 2025 menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri kali ini terasa istimewa karena menandai 10 tahun penetapan Hari Santri melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.
Ia menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, yang menyebabkan 67 santri meninggal dunia.
“Kami turut berduka cita terhadap 67 santri yang menjadi korban dalam musibah tersebut. Semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa perjuangan santri tidak berhenti di masa lalu. Saat ini tidak lagi berperang melawan penjajah dengan bambu runcing, tetapi melawan kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Santri hari ini harus menjadi pelaku sejarah baru.
Dengan tema Hari Santri Nasional "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” Bupati mengajak para santri untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Kontribusi ini tidak hanya dalam bidang agama, tetapi juga sains, teknologi, dan moralitas. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




