Kepala Disdik Bangkalan saat memberi keterangan ke awak media.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, Mohammad Ya’kub, menanggapi insiden robohnya bangunan SDN Kajuanak 4 di Kecamatan Galis. Ia menyebut kondisi bangunan yang sudah tua menjadi faktor utama ambruknya dua ruang kelas tersebut.
Ya’kub menjelaskan, konstruksi sekolah yang berdiri sejak era 1980-an telah melewati masa kelayakan sehingga membutuhkan relokasi dan revitalisasi.
BACA JUGA:
- SMPN 2 Bangkalan Wakili Jawa Timur di Peluncuran Digitalisasi Pendidikan
- Disdik Bangkalan Salurkan Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa sebesar Rp 1 M, Minat? Berikut Caranya
- BPK Jatim Temukan 6 OPD Bangkalan Lakukan Peyimpangan Pembayaran Honorarium Tim Pelaksana
- Disdik Bangkalan Terima Aduan Sekolah yang Disatroni Oknum Ngaku Wartawan Bahas Larangan Study Tour
“Melihat kejadian di SD Kajuanak 4, dari sisi bangunannya sudah lama, yaitu dari tahun 80-an, sehingga memang dibutuhkan relokasi,” ujarnya.
Disdik Bangkalan telah mengambil langkah cepat dengan mengajukan permohonan revitalisasi bangunan. Untuk sementara, proses belajar mengajar digabungkan dengan kelas lain yang masih layak digunakan.
“Kami sudah menganalisa kondisi dua kelas yang roboh dan sudah kami ajukan untuk direvitalisasi pada tahun 2026,” kata Ya'kub.
Ia berkomitmen melakukan pendataan menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang dinilai tidak layak agar revitalisasi maupun relokasi bisa dilakukan lebih cepat.
“Revitalisasi dilakukan supaya bangunan yang membahayakan tidak ditempati. Kalau kondisinya sudah parah, dapat kami prioritaskan,” pungkasnya. (mzr/uzi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






