Pilihan beragam menu di Klothok Lawu Sarangan. Foto: ANTON/HB
"Di sini, klothok itu identik dengan kopi, pisang goreng, dan lodeh, tetapi di sini kita buat berbeda," jelas Ketut.
Beberapa menu andalan yang wajib dicoba adalah piskopyor dan garang asem. Piskopyor adalah semacam dessert (hidangan penutup), namun berbeda dari jenang.
"Piskopyor ini ada rotinya, terus ada pisang, ada nanta, ada jenangnya sedikit. Nah, itu yang membuat Klothok Lawu Sarangan ini berbeda dengan kopi Klotok yang lain," bebernya.
Ketut optimistis kehadiran Klothok Lawu Sarangan di tengah potensi wisata Sarangan yang tetap stabil.
"Saya harus akui bahwa by data, wisata Sarangan itu tetap menjadi wisata andalan. Meskipun banyak berita-berita yang kurang menyenangkan, tapi terbukti bahwa Sarangan itu daya tarik utama. Jumlah pengunjung Sarangan tetap stabil," kata Ketut.
Ia juga yakin pembukaan resto yang dilakukan menjelang libur natal dan tahun baru (Nataru) menjadi momentum tepat. Pihak Klothok Lawu Sarangan pun bersiap menghadapi lonjakan wisatawan.
"Ini kita baru buka tanggal 23 November, dua minggu yang lalu. Dan kita ini persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru. Sehingga mudah-mudahan ini nanti bisa dikunjungi wisatawan yang pasti akan banyak ke Sarangan dan mampir ke Klothok Lawu," imbuhnya.
Tak hanya menyediakan beragam kuliner, di Klothok Lawu Sarangan juga menyediakan oleh-oleh khas Magetan yang bisa dijadikan buah tangan untuk keluarga yang ada di rumah. Jadi bagi wisatawan yang berencana berkunjung, Klothok Lawu Sarangan beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. (ton/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




