Ilustrasi tips hemat air saat mendaki gunung. Foto: Sulthon/Bangsaonline.
BANGSAONLINE.com – Bukan hanya cara menemukan air, hemat air juga menjadi hal penting yang harus dipelajari para pendaki gunung. Mengingat tidak semua gunung di Indonesia memiliki sumber air.
Hal ini sangat berguna ketika seseorang sedang mengalami kondisi darurat, misal ketika kemungkinan terburuk terjadi, yakni tersesat di gunung yang mengharuskan seseorang menghemat air.
BACA JUGA:
- Catat, Ini 4 Hal yang Harus Dipersiapkan saat Mendaki di Malam Hari
- Sering Tak Disadari, Ternyata 5 Hal Sepele Ini Bikin Boros Listrik
- Jangan Sampai Dehidrasi, Begini Persiapan Mendaki Gunung Saat Puncak Musim Kemarau
- Seorang Pendaki asal Jember Terjatuh saat Lakukan Pendakian di Gunung Saeng Bondowoso
Tak perlu khawatir, bagi kalian yang masih pemula, kami akan memberikan tips hemat air saat mendaki gunung. Penasaran apa saja? Yuk, simak sampai tuntas.
Bikin mi dengan hemat air
Tak perlu disangkal lagi, mi sudah menjadi makanan umum yang sering dibawa pendaki. Namun sadar atau tidak, sering kali kita membuat mi menggunakan air yang cukup banyak.
Umumnya, seseorang menyeduh satu bungkus mi memerlukan sekitar 400-500 ml air. Namun ketika pasokan air menipis, kita bisa mengurangi takaran air menjadi 300 bahkan 250 ml. Tak perlu khawatir, mi akan tetap matang dan sepenuhnya terebus dengan air. Asalkan kita meremas mi terlebih dahulu sebelum diseduh. Karena ukuran mi yang masih utuh dengan yang sudah di remas berbeda.
Cara menanak nasi tanpa boros air
Berdasarkan pengalaman penulis, faktanya masih ada beberapa pendaki yang menanak nasi menggunakan air terlalu banyak. Hal ini disebabkan karena pendaki tidak menutup nesting selama proses memasak, sehingga uap akan terbuang sia-sia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




