Deretan Gerhana Matahari Langka Warnai Langit Dunia Mulai 2026

Deretan Gerhana Matahari Langka Warnai Langit Dunia Mulai 2026

Tiga gerhana cincin api tersebut masing-masing terjadi pada 17 Februari 2026 di wilayah Antartika, 6 Februari 2027 yang dapat disaksikan dari sebagian Amerika Selatan dan Afrika Barat, serta 26 Januari 2028 yang terlihat dari beberapa wilayah Ekuador, Brasil, Spanyol, dan Portugal.

Rangkaian fenomena ini menjadi daya tarik besar bagi pemburu gerhana. Pasalnya, sebagian orang biasanya hanya berkesempatan menyaksikan satu gerhana Matahari total seumur hidup, sementara periode 2026–2028 menawarkan enam peristiwa dalam waktu relatif singkat.

Fenomena tersebut berkaitan dengan siklus Saros, yakni pola astronomi yang mengatur kemunculan gerhana berdasarkan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan. Siklus ini menghasilkan pola gerhana serupa setiap sekitar 18 tahun.

Meski tidak semua wilayah dapat menyaksikannya, sejumlah kawasan diprediksi menjadi lokasi ideal pengamatan, seperti Eropa Utara dan Spanyol pada gerhana 2026, Afrika Utara dan Timur Tengah pada 2027, serta Australia dan Selandia Baru pada 2028.

Dengan jadwal gerhana yang padat dan bersejarah, periode 2026–2028 diproyeksikan menjadi salah satu puncak penting dalam sejarah pemantauan langit modern, sekaligus menarik minat astronom amatir, fotografer langit, wisatawan ilmiah, hingga masyarakat umum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO