Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau titik banjir.
Berdasarkan prediksi BMKG Juanda, puncak curah hujan di Jawa Timur terjadi pada Januari. Secara persentase, curah hujan Desember berada di angka 20 persen, Januari meningkat signifikan hingga 58 persen, dan Februari menurun menjadi 22 persen.
“Artinya, curah hujan di Januari hampir tiga kali lipat dibanding Desember,” tegas Khofifah.
Meski demikian, Khofifah menyoroti keterbatasan teknologi dalam mitigasi bencana alam. Menurutnya, hingga kini belum ada teknologi yang mampu mengendalikan angin maupun gempa bumi.
“Kalau hujan bisa dimodifikasi, tapi angin itu belum ada teknologinya. Kita tidak bisa bilang, ‘angin ojo lewat Lamongan ya,’ itu belum bisa,” ujarnya yang disambut tawa warga.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Lamongan bagi warga terdampak banjir. Melalui BPBD Pemprov Jatim, disalurkan berbagai bantuan logistik berupa 20 dus makanan siap saji, 20 dus lauk pauk, 20 dus tambahan gizi, serta 200 paket sembako.
Selain itu, bantuan lain yang diberikan meliputi 120 lembar selimut, 50 dus perlengkapan makan, bantuan sandang untuk pria, wanita, dan lansia, perlengkapan anak, paket kebersihan, serta 150 pasang sepatu boot guna mendukung aktivitas warga di wilayah terdampak. (dev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




