BPJS Kesehatan Kediri Ajak Siswa SMKN 1 Plosoklaten Lakukan Skrining Riwayat Kesehatan

BPJS Kesehatan Kediri Ajak Siswa SMKN 1 Plosoklaten Lakukan Skrining Riwayat Kesehatan Duta Muda BPJS Kesehatan Kediri bersama siswa-siswi SMKN 1 Plosoklaten. Foto: Ist

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - BPJS Kesehatan bersama Duta Muda BPJS Kesehatan Kediri mengajak siswa-siswi SMKN 1 Plosoklaten melakukan skrining riwayat kesehatan sebagai upaya deteksi dini risiko penyakit, Jumat (23/1/2026).

Kepala BPJS Kesehatan Kediri, Tutus Novita Dewi, menekankan pentingnya skrining bagi peserta JKN, khususnya generasi muda.

“Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula langkah antisipasi yang dapat diambil. Hasil skrining juga membantu dokter dalam mengetahui kondisi peserta secara lebih akurat, sehingga layanan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda tidak menunda skrining dan turut mengajak keluarga serta teman untuk peduli kesehatan.

Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Silvia Firza Sabila, menambahkan bahwa skrining sangat penting bagi generasi muda yang sering merasa sehat namun kurang peduli kondisi tubuh.

“Saya mengajak teman-teman di sekolah untuk bersama-sama melakukan skrining riwayat kesehatan melalui Mobile JKN. Memang, sebagai generasi muda, kita cenderung merasa sehat dan belum terlalu peduli dengan kondisi tubuh. Namun, penting bagi kita untuk mengetahui potensi penyakit sejak dini, meskipun kita belum merasakannya,” paparnya.

Dijelaskan olehnya, skrining dilakukan setahun sekali bagi peserta JKN berusia 15 tahun ke atas. Apabila hasil menunjukkan risiko penyakit kronis, peserta diarahkan berkonsultasi dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Proses pengisiannya sangat cepat dan mudah, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Kuesionernya pun sederhana dan bisa diisi melalui Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), Website BPJS Kesehatan, atau langsung dibantu oleh petugas di FKTP terdaftar,” kata Silvia.

Apabila hasil skrining tidak menunjukkan risiko, peserta cukup melanjutkan pola hidup sehat, seperti berolahraga minimal 30 menit per hari. Jika terdeteksi risiko, langkah selanjutnya adalah segera berkonsultasi dengan dokter di FKTP.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Plosoklaten, Hadi Sugiharto, menyambut baik inisiatif tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi program skrining kesehatan ini, terutama bagi siswa-siswi kami. Kegiatan seperti ini sangat relevan karena dapat membantu mereka memantau kondisi kesehatan secara rutin, sehingga mereka bisa lebih fokus dan optimal dalam belajar tanpa terganggu masalah kesehatan. Ini adalah bentuk perhatian terhadap kesehatan generasi muda yang harus terus diterapkan,” urai Hadi. (uji/mar)