Diklat PPIH 2026: Kemenhaj Siapkan 1.622 Petugas Layani Jamaah Haji

Diklat PPIH 2026: Kemenhaj Siapkan 1.622 Petugas Layani Jamaah Haji Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat meninjau pelaksanaan Diklat PPIH 2026.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). 

Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa penyelenggaraan haji adalah amanah besar negara. 

“Haji adalah amanah negara yang menyangkut kehormatan bangsa dan kepercayaan umat. Dengan jumlah jamaah terbesar di dunia, penyelenggaraan haji menuntut tata kelola yang tertib serta petugas yang berorientasi penuh pada pelayanan,” ucapnya, Jumat (30/1/2026).

Ia menekankan pentingnya disiplin, etika, dan integritas petugas PPIH. 

“Tanpa disiplin, pelayanan akan kehilangan ruhnya. Hadirkan negara secara nyata melalui pelayanan prima. Setiap pelayanan yang diberikan kepada jamaah adalah wajah negara,” tuturnya.

Menhaj juga mengingatkan agar petugas menjaga nama baik Indonesia di mata dunia dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan. Dengan ridho dan doa keluarga, petugas diharapkan mampu menjalankan amanah secara optimal.

Melalui diklat ini, Kemenhaj menegaskan kesiapan PPIH sebagai garda terdepan pelayanan haji, guna memastikan setiap jamaah memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat sebagai wujud nyata kehadiran negara. 

Diklat PPIH 2026 menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan mental, fisik, dan manajerial petugas dalam melayani 221.000 jamaah haji Indonesia.

Pelatihan berlangsung selama 1 bulan. Tahap luring dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede pada 10-30 Januari 2026, dilanjutkan tahap daring pada 2-11 Februari 2026.

Sebanyak 1.636 peserta mengikuti pelatihan, dengan 1.622 petugas tercatat aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sementara itu, 6 peserta berhalangan karena sakit dan 8 lainnya karena alasan tertentu.

Materi diklat difokuskan pada peningkatan kualitas layanan jamaah, meliputi kebijakan terbaru Pemerintah Arab Saudi, komunikasi pelayanan efektif, simulasi operasional haji, serta penguatan keterampilan teknis petugas. 

Survei menunjukkan indeks performa petugas di Asrama Haji Pondok Gede berada di atas 90 persen, mencerminkan kesiapan yang kuat. (msn/mar)