Terbakar hangus. Salah satu motor korban amukan massa. (Ist)
“Kaca rumah pecah, meja juga pecah, dihantam batu sampai masuk rumah,” ucap Murifatun Kepadas Bangsaonline, Sabtu (28/2/2026).

Lemparan batu oleh massa hingga masuk dan mengenai meja rumah milik Murifatun. Foto: Bangsaonline.
Kanit Reskrim Polsek Panceng, Ipda Yudi Setiawan membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, perusakan terjadi akibat massa mencari kedua pelaku pembacokan sekaligus provokator, yakni S (Syaifudin alias Din Maling) dan S (Safik).
"Benar, ada pembakaran satu rumah dan tujuh sepeda motor. Selain itu, satu mobil dirusak dan beberapa rumah warga terkena lemparan batu," ujar Ipda Yudi Setiawan.
"Massa tersulut emosi karena pelaku yang diduga melakukan pembacokan saat patroli sahur (saat itu) belum tertangkap," imbuhnya.
Selain membakar rumah dan kendaraan, massa juga sempat menyalakan petasan dan mengarahkannya ke rumah yang menjadi sasaran.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, awal mula peristiwa ini bermula saat sekelompok remaja Desa Campurejo dan Banyutengah terlibat tawuran saat melakukan patroli sahur pada Jumat (27/2/2026) malam. Mulanya, kedua warga desa tersebut hanya saling lempar bom air, hingga pada akhirnya memicu adu mulut dan terjadi bentrok. (hud/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




