“Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperdalam pemahaman nilai-nilai kebaikan. Semoga Al-Qur’an ini menjadi penguat iman dan akhlak, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan Mushaf Madinah bukan sekadar kitab suci yang dibagikan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki makna simbolik sebagai wujud persaudaraan umat Islam dunia.
“Mushaf Madinah ini adalah hadiah dari Raja Salman bagi umat Islam Indonesia. Ini bukan sekadar pemberian kitab suci, tetapi juga simbol persaudaraan umat Islam yang menghubungkan Tanah Suci Makkah dan Madinah dengan Nusantara,” jelasnya.
Khofifah berharap mushaf yang diterima masyarakat dapat menjadi sumber inspirasi untuk memperkuat keimanan sekaligus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita berharap mushaf ini tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Mushaf Madinah dikenal sebagai salah satu cetakan Al-Qur’an yang paling luas digunakan di dunia Islam. Mushaf ini memiliki standar penulisan yang baku, tajwid yang terjaga, serta tata letak ayat yang memudahkan umat Islam dalam membaca dan mempelajarinya. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




