Para Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri saat mengikuti acara manasik haji sekaligus pelepasan ke Tanah Suci. (Ist).
Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi pengobat rindu terhadap cita rasa masakan kampung halaman selama berada di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, KH Kholiq Nawawi, menyampaikan bahwa secara umum kondisi kesehatan jamaah dalam keadaan baik setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis.
"Terkait administrasi, sebagian besar jamaah sudah melunasi Ongkos Naik Haji (ONH), dan sisanya sedang dalam proses penyelesaian. Kami optimis semua berjalan lancar," kata KH Kholiq.
Di antara ribuan jamaah tersebut, terdapat sosok lanjut usia berumur 104 tahun, yakni Mbah Martiyah, warga Dusun Bogo, Desa Bulu, Kecamatan Semen.
Di usia yang sangat lanjut, Mbah Martiyah tetap berangkat menunaikan ibadah haji setelah menabung selama puluhan tahun dari hasil berjualan jenang.
Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 19 Mei 2026. Mbah Martiyah yang lahir pada 1 Juli 1921 sehari-hari berjualan jenang di teras rumahnya.
Berbagai jenis jenang dijualnya, mulai dari jenang sumsum, grendul, ketan ireng, hingga jenang mutiara. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




