Drone Pintar Bayucakra ITS Raih Juara di Ajang SAFMC 2026 Singapura

Drone Pintar Bayucakra ITS Raih Juara di Ajang SAFMC 2026 Singapura Ketiga drone pintar karya Tim Bayucaraka ITS yang diusung berlaga di ajang SAFMC 2026 di Singapura. (Ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi melalui Tim Bayucakra yang berhasil meraih juara 3 dalam ajang Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2026 yang digelar di Singapore Expo Hall 2B akhir pekan lalu.

Penanggung Jawab Tim Bayucaraka ITS pada SAFMC 2026, Okta Dewa Arjun menjelaskan, dalam kompetisi besutan DSO National Laboratories ini, ITS turun pada kategori High-Speed Drone Flock. Dalam kategori tersebut, ITS menerjunkan tiga armada andalannya yang diberi nama SoeroNgajeng, SoeroMadya, dan SoeroWingking.

“Ketiga drone ini dirancang untuk melewati rintangan secara berkelompok dengan mode otomatis penuh,” kata Okta, Selasa (14/4/2026).

Terkait keunggulan, Okta memaparkan bahwa ketiga drone yang diusung timnya mengandalkan inovasi Light Detection and Ranging (LiDAR) - based gate detection.

Berbeda dengan tim lain yang mayoritas menggunakan kamera, tim Bayucaraka memanfaatkan sensor LiDAR untuk mendeteksi gerbang lintasan. Terobosan ini membuat pesawat milik tim Kampus Pahlawan ini tetap presisi dalam mengenali objek meski kondisi intensitas cahaya di ruangan perlombaan berubah-ubah.

Ketangguhan sistem ini terbukti saat hari perlombaan di Singapura, di mana Tim Bayucaraka menjadi satu-satunya peserta dari 15 tim se-Asia Tenggara yang berhasil merampungkan seluruh misi dengan poin sempurna.

Meski sempat terkendala pada sensor ketinggian di salah satu armada karena faktor usia komponen, koordinasi yang solid membuat tim mampu mengambil langkah solutif dengan cepat.

“Kecepatan pesawat kami mencapai tiga meter per sekon dengan daya tahan terbang hingga 15 menit,” ungkapnya.

Kesuksesan ini tidak lepas dari arahan Ketua Tim Bayucaraka ITS untuk SAFMC 2026 Farrel Ganendra. Puncak kebanggaan tim riset robot terbang ini semakin terasa ketika seremoni penganugerahan medali di Singapura yang diwakilkan penerimaannya secara langsung oleh Sebastian Adrian Nugraha. Keduanya merupakan mahasiswa dari Departemen Teknik Komputer ITS angkatan 2023.

Ke depannya, menurut Okta, timnya berencana menambahkan modul Global Positioning System (GPS) untuk pengembangan riset pesawat formasi otonom yang lebih kompleks.

“Kami bangga bisa mempersembahkan medali di Singapura ini sebagai motivasi untuk terus berkontribusi bagi almamater dan bangsa,” pungkasnya. (msn)