ilustrasi
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Tim Posko Rumah Aspirasi Misbakhun yang memasang baliho anti-narkoba di Kota Pasuruan dikeroyok 30 preman. Para preman ini datang dengan mengendarai motor dan membawa pentungan. Mereka menghajar para tenaga pemasang baliho. Berikut ini rilis lengkap yang diterima BANGSAONLINE.
Anggota DPR RI dari Partai Golkar, HM. Misbakhun, SE,MH merasa prihatin dengan tertangkapnya anggota DPRD Kota Pasuruan dari Fraksi PKB Indra Iskandar oleh Polresta Surabaya saat pesta narkoba bersama dua pekerja seks komersial (PSK) di Apartemen Sommerset, Kupang Jaya, Surabaya beberapa waktu lalu.
Keprihatinan Misbakhun ini karena dia tidak ingin Kota Pasuruan sebagai ikon ‘Kota Santri’ marak narkoba. Untuk menyadarkan warga tentang bahaya barang haram tersebut, Misbakhun berinisiatif memasang baliho dan spanduk bebas narkoba di beberapa titik strategis di Kota Pasuruan.
“Pemasangan baliho dan spanduk ini sebagai wujud kepedulian Saya agar warga Kota Pasuruan bebas narkoba,” tegas dia dalam keterangannya di Jakarta, Senin dini hari (23/11/2015).
“Saya mengajak warga kota Pasuruan untuk hidup SEHAT dan menjadikan Kota Pasuruan sebagai kota yang bebas narkoba,” tukas Misbakhun.
Pada baliho yang berlatar merah putih, ada foto Misbakhun, terdapat kalimat ‘Jauhi Narkoba!, Mari Hidup Sehat Untuk Kota Pasuruan BEBAS NARKOBA’.
Diketahui, Tim Posko Rumah Aspirasi Misbakhun mulai memasang baliho jam 15.00 WIB. Koordinator Tim Posko, H. Malik mengatakan, pemasangan tersebut rencananya di 20 titik. Tim Posko baru memasang di 16 titik. Malik mengungkapkan, ketika Tim Posko memasang di Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gading Rejo, tiba-tiba ada 30 orang berkendaraan bermotor sambil membawa pentungan dan pistol menyerang Tim Posko.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




