Pasang Baliho Bebas Narkoba di Kota Pasuruan, Tim Aspirasi Misbakhun Dikeroyok Preman

Pasang Baliho Bebas Narkoba di Kota Pasuruan, Tim Aspirasi Misbakhun Dikeroyok Preman ilustrasi

“Kejadiannya 22.30 WIB, saat teman-teman konsentrasi pasang baliho, ujug-ujug kami didatangi 30 preman yang bawa pentung dan pistol. Mereka langsung menyerang kami,” tutur Malik.

“Mereka mengancam gini, kalau mau menang (pilkada) yang sehat,” tuturnya menirukan perkataan perkataan preman tersebut.

Merespon tuduhan preman, Malik bilang bahwa pemasangan baliho dan spanduk ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada. Namun, murni menyadarkan masyarakat Kota Pasuruan agar menjauhi narkoba.

Lebih lanjut Malik menuturkan, dalam kejadian itu, ada dua korban yang dahinya dipukul gagang pistol sehingga harus dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis. Selain itu, kamera milik Malik dirampas preman.

“Selang 10 menit setelah kejadian itu, aparat Polsek Gading Rejo datang ke tempat kejadian peristiwa (TKP). Atas kejadian itu, Polsek akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutur dia lebih lanjut.

Jamak diketahui, Indra adalah anak keempat Calon Wali Kota Pasuruan Hasani yang diamankan bersama dua model dewasa Cindy (20), dan Sinta (23). Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP R Bambang Tjahjo Bawono menjelaskan, tertangkapnya Indra bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan ada dua wanita yang bekerja freelance sebagai model majalah dewasa sedang pesta narkoba.

“Dari hasil tes urine ternyata mengandung sabu-sabu, kemudian kami tanya dapat sabu-sabu dari mana? Mereka mengaku dapat dari tersangka Indra Iskandar,” kata Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP R Bambang Tjahjo Bawono. Dari pengembangan ini, polisi mendatangi Hotel Sommerset di kawasan Surabaya Barat dan mengamankan Indra di kamar nomor 505.(*)

Sumber: rilis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Rumah Dua Pengedar Sabu di Pasuruan Digerebek Polisi, Satu di antaranya Menangis Histeris':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO