Para siswa SMAN 1 Kokop yang dirawat di puskesmas setempat akibat gangguan kesehatan usai menyantap menu MBG (dok. Ist)
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 21 siswa SMAN 1 Kokop, Kecamatan Kokop, menjalani perawatan di puskesmas setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) pada Kamis (4/6/2026).
Salah satu tokoh masyarakat Bangkalan, Mathur Husyairi, mengatakan sebanyak 21 siswa harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat.
BACA JUGA:
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Dapur MBG Ditutup Sementara Usai Keracunan Massal Puluhan Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan
- Investigasi Keracunan 84 Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan, Satgas MBG Ungkap Temuan ini di SPPG
- Warga Bangkalan Tewas Diduga Ditusuk Iparnya
"Puluhan siswa itu dari satu sekolah," ungkap Mathur.
Menurut Mathur, sebelum dilarikan ke puskesmas, para siswa sempat mengonsumsi paket MBG yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangkalan Kokop Dupok 1 yang dikelola Yayasan Langkah Bersama Kita (LBK).
Menu yang disajikan dalam program tersebut terdiri atas nasi, sate ayam, tempe goreng, acar timun dan wortel, serta buah semangka.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangkalan, dr Wiwid Mayasari, mengatakan pihaknya segera mendatangi lokasi untuk mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.
Sampel makanan tersebut selanjutnya akan dikirim ke laboratorium di Surabaya guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil uji laboratorium diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan yang diduga terkait konsumsi MBG di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dilaporkan terus bertambah.
Kondisi sejumlah siswa yang menjalani perawatan juga terekam dalam sebuah video yang beredar.
Dalam video tersebut, salah seorang siswa yang dirawat di Puskesmas Kokop mengaku mengalami muntah setelah mengonsumsi makanan yang disajikan.
"Tidak langsung terasa, tapi beberapa saat kemudian serentak merasakan muntah," kata salah satu siswa.
Hingga berita ini ditulis, Kepala SPPG Kokop Dupok, Dhimas Bagus, maupun Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Bangkalan, Ivan, belum memberikan keterangan terkait dugaan keracunan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




