Penyaluran bantuan pangan beras oleh Bulog Tulungagung.
TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung bergerak cepat mengantisipasi fluktuasi harga kebutuhan pokok. Bulog kini mempercepat penyaluran bantuan pangan beras sekaligus menggencarkan distribusi beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di wilayah Tulungagung, Blitar Raya, dan Trenggalek.
Langkah taktis ini diambil guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran, sekaligus memastikan masyarakat prasejahtera tetap mendapatkan akses pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
BACA JUGA:
- Jelang Ramadan 2026, Bulog Bondowoso Gelar Operasi Pasar dan Perpanjangan Penugasan Beras SPHP
- Bhabinkamtibmas di Ngawi Gagas Layanan Antar Beras SPHP dengan COD ke Rumah Warga
- Bupati Gresik Dampingi Gubernur Khofifah Tinjau Gelaran Pasar Murah di Desa Banjarsari
- Pemkab dan Bulog Jember Mulai Salurkan Bantuan Pangan Periode Oktober-November 2025
Untuk memaksimalkan penyerapan, beras SPHP digelontorkan melalui berbagai lini distribusi, mulai dari pasar tradisional, retail modern, kios pangan, hingga agenda Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bersinergi dengan pemerintah daerah setempat.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, memastikan bahwa ketahanan stok pangan untuk tiga wilayah tersebut dalam kondisi yang sangat aman.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton, sedangkan di cabang Tulungagung sendiri menguasai stok beras sebanyak 85 ribu ton. Jumlah ini sangat memadai untuk mendukung kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai program pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah kerja kami,” ujar Yonas pada Senin (8/6/2026).
Berdasarkan data berkas Bulog Tulungagung per 8 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di empat wilayah kerjanya telah menyentuh angka 55,72 persen dari total target operasional.
Dari target sekitar 465 ribu penerima bantuan pangan (PBP), hampir 260 ribu warga telah menerima haknya.
Khusus Kabupaten Tulungagung, bantuan pangan berupa beras telah sukses didistribusikan kepada sekitar 85 ribu PBP dari total target 150 ribu penerima.
“Kita targetkan seluruhnya dapat tersalurkan 100 persen sebelum akhir Juni 2026,” cetus Yonas optimistis.
Yonas menilai, kombinasi antara percepatan bantuan pangan gratis dan masifnya pasokan beras SPHP akan menjadi instrumen kuat untuk mempertebal daya beli masyarakat jelang tengah tahun.
“Beras SPHP merupakan program strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya akan terus kami masifkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” tambahnya.
Bulog Tulungagung menegaskan, cadangan beras pemerintah (CBP) yang berada di dalam gudang-gudang mereka siap diguyur ke pasar sewaktu-waktu jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.
“Masyarakat tidak perlu kawatir karena stok beras yang kami kuasai sangat mencukupi. Kami bersama Pemerintah dan seluruh pihak terkait akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” pungkas Yonas. (fer/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




