Gus Lilur Ketum NBI saat bersilaturahmi dengan Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar
Sementara posisi Sekretaris Jenderal diusulkan dijabat oleh Yusuf Chudlori dan Bendahara Umum oleh Imam Jazuli.
Menurut Gus Lilur, komposisi kepengurusan tersebut disusun bukan semata berdasarkan tingkat popularitas tokoh, melainkan mempertimbangkan keseimbangan antara kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, dan kemampuan membaca dinamika perubahan sosial.
Ia menilai tantangan yang dihadapi NU saat ini jauh berbeda dibandingkan satu dekade sebelumnya.
“NU tidak cukup hanya menjaga tradisi, NU juga harus mampu memimpin transformasi. Karena itu, kami mengusulkan kepemimpinan yang memadukan kearifan ulama dengan perspektif intelektual yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” kata Gus Lilur.
Ia menambahkan, sejumlah figur yang diusulkan NBI dinilai memiliki rekam jejak yang mampu merepresentasikan dua kekuatan utama NU, yakni otoritas keagamaan dan kemampuan membangun dialog dengan masyarakat modern.
“Paling penting bukan siapa yang menang, tetapi bagaimana NU tetap menjadi rumah besar umat Islam yang mampu melahirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa,” pungkasnya. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




