LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Sekitar 400 orang warga Jawa Timur yang menjadi pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan dalam dua gelombang dari Pontianak, Kalimantan Barat sudah ditampung di Asrama Transito Jalan Margorejo nomor 74 Surabaya, Sabtu (23/1).
Dari jumlah tersebut diketahui ada tiga orang yang berasal dari Lamongan. “Satu orang dari Karangbinangun, dua orang dari Maduran,” kata Sudjito, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lamongan.
BACA JUGA:
- Siaga Musim Kering, Pemkab Lamongan Serahkan Bantuan 328 Alsintan dan 3 Combine Harvester dari Pusat
- Libur Panjang Iduladha, KAI Catat Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 7.200 Penumpang
- Stadion Surajaya Rusak di Sejumlah Titik, Disbudporapar Lamongan Ajukan Perbaikan ke Kementerian PU
- Eks Kepala UPT Bantah Isu Jual-Beli Kios Pasar Hewan Bakalanpule Lamongan
Sementara itu, Kasi Pemberitaan Humas Pemkab Lamongan, Arif Bachtiar mengatakan, jumlah warga Lamongan eks Gafatar yang dipulangkan kemungkinan bisa bertambah.
“Kemungkinan masih bisa bertambah, karena belum termasuk Suudi sekeluarga, eks pengurus Gafatar Lamongan, dari infonya banyak dari mereka yang dipulangkan ini masih belum mau membuka identitasnya,” ungkapnya.
Arif mengatakan, sepulang dari Kalimantan Barat, para Eks Gafatar ini akan didata dan ditampung untuk selanjutnya dilakukan pembinaan. “Mereka dibina 3 hari di Provinsi Jatim,” terangnya.
Kemudian, setelah pembinaan di Provinsi Jatim, kabar yang berhasil dihimpun, Pemerintah Kabupaten Lamongan akan menjemput tiga warga Lamongan eks Gafatar pada Selasa (26/1). (qom/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




