“Kami amankan TKP sambil menunggu tim identivikasi dari Mapolres Nganjuk,”ungkap salah satu anggota yang berada di TKP.
Kepala Desa Patihan Pujiyanto saat dikonfirmasi koran ini di rumah duka mengatakan, pihaknya mengetahui kejadian ini setelah mendapat laporan dari warga.
Sesuai cerita dari suaminya korban Samsuri, sebelum berangkat takziah dia mendengar kalau istrinya menerima telpon dari anaknya Agus yang berada di Irian Jaya. Sayangnya Samsuri tidak mengetahui pasti isi perbincangan istri dan anaknya itu. Tanpa merasa curiga apun, Samsuri meninggalkan istrinya yang sedang mengobrol dengan anaknya.
”Tetapi sebelumnya memang istrinya sudah sering telpon dengan anaknya. Cuma kalau ditanya dia selalu tidak mau mengaku ada masalah apa dengan anaknya,” tutur Pujianto.




