Draf Revisi UU KPK di DPR Berbeda, KPK Merasa Dibohongi, Ketua Ancam Mundur

Draf Revisi UU KPK di DPR Berbeda, KPK Merasa Dibohongi, Ketua Ancam Mundur SAVE KPK: Para 'superhero' saat mengampanyekan penolakan revisi UU KPK di bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/2). foto detik.com

Agus juga menyampaikan bahwa dukungan dari para pemuka agama sangat penting bagi KPK. Ke depan, KPK juga akan memperkuat lembaganya dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Secara pribadi termasuk kelembagaan KPK tentu kami berterima kasih atas dukungan dari majelis agama yang hadir di sini. Banyak sekali yang hadir di sini, Muhammadiyah, Budha, Hindu, Konghucu, Katolik. Sikap teman-teman ini jelas sekali draf saat ini memperlemah bukan memperkuat. Dan kami mengapresiasi," jelasnya.

Selain itu, Agus juga menambahkan setiap hal yang dilakukan oleh KPK termasuk soal penyadapan selalu dibicarakan terlebih dahulu. "Kita kumpul dulu berlima kalau mau melakukan penyadapan. Lalu kita diskusi apakah bukti sudah cukup kuat untuk melakukan penyadapan. Nah itu yang tidak diketahui oleh orang-orang," tutur Agus Rahardjo.

Sementara itu, Sekelompok orang berkostum superhero terlihat menyedot perhatian warga di salah satu sisi Bundaran HI pada acara Car Free Day, Minggu (21/2) kemarin. Ada yang berpenampilan seperti Batman, Superman, Ironman, Power Rangers dan Zoro.

Delapan orang itu membawa spanduk bertuliskan penolakan revisi UU KPK seperti 'Superhero Aja Tolak Revisi UU KPK, Presiden Harus Tolak Revisi UU KPK dan Jangan Memakan KPK'.

Para warga berkerumun di depan 'tokoh superhero' itu. Mereka berfoto-foto menggunakan kamera ponsel. Para warga yang berkerumun tersebut, mayoritas mendukung kampanye yang diusung para tokoh superhero tersebut.

"Saya rasa revisi UU KPK tidak perlu karena saat ini KPK telah menjalankan tugas dengan baik. KPK juga merupakan lembaga yang saat ini paling kompeten memberantas korupsi," kata salah seorang warga bernama Taufik Hartono (28) di Bundaran HI, Minggu (21/2).

Taufik yakin, jika UU tidak direvisi, KPK akan terus membersihkan koruptor-koruptor di Indonesia. Dukungan senada juga disampaikan oleh Nina (25). Mahasiswa UI ini meminta agar Presiden Joko Widodo menolak revisi UU KPK.

"Saya rasa para pemilih Pak Jokowi akan kecewa kalau Pak Jokowi tidak mendengarkan aspirasi rakyat yang sebagian besar menolak revisi UU KPK," katanya. (dtc/mer/tim)

Sumber: detik.com/merdeka.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO