Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono (jaket hitam) bersama Wakapolres dan perwakilan orang Maluku di RSUD dr Saiful Anwar, Malang, Jawa Timur
Usai pelantikan, mahasiswa Maluku menggelar acara santai seperti dansa, melantai, caca dan jogging. Tidak berselang lama tujuh orang yang diketahui mahasiswa Sumba datang ke lokasi acara. Karena berpakaian kurang rapi, akhirnya panitia meminta mereka pulang dan bisa balik apabila sudah mengenakan pakaian rapi seperti mahasiswa Maluku lainnya.
"Panitia menghampiri saya dan meminta saran, jika ada anak Sumba datang dengan perangai kurang sopan. Lantas saya menyarankan supaya disampaikan secara baik-baik," ujar dia.
Selang 20 menit, mereka kembali datang ke lokasi dan ikut gabung di acara. Namun, ketua terpilih KMMU melaporkan jika salah satu dari mereka ada yang bawa parang. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya anak Sumba yang bawa parang dihampiri olehnya.
"Niat saya ngajak bicara baik-baik, tapi gak tahunya anak tersebut ngamuk di lokasi sambil mengeluarkan parang dan pisau. Lihat situasi itu adik-adik Maluku tersulut emosinya dan melempar mereka dengan kursi, sehingga anak Sumba mundur lewat pintu sebelah kiri kampus," ucapnya.
Kemudian mahasiswa Maluku sepakat acara dihentikan dan bubar. Saat turun bersama-sama, di lantai 2 mereka dicegat sekitar 15 orang. Ia bersama mahasiswa Maluku berhasil memukul mundur. Namun, sesampainya di area parkir, sekitar 30 orang lebih terlihat menunggu kedatangan mahasiswa Maluku.
"Sempat kami amankan lokasi. Di luar kami hanya berlima mensterilkan lokasi. Mahasiswa Maluku kami minta tetap di dalam kampus. Tidak tahunya adik kami (Moger) dikeroyok di sepanjang jalan samping kiri Kantor PDAM oleh 40 orang lebih. Setelah terkapar, mereka pergi dan meninggalkan korban di tengah jalan. Kami sempat bawa ke rumah sakit, sayang tidak bisa diselamatkan," ceritanya lebih lanjut.
Pihaknya meminta apara kepolisian segera menangkap para pelaku serta menjatuhi hukuman setimpal. Ia menjamin mahasiswa Maluku di Malang tidak akan balik menyerang.
"Kami kehilangan saudara kami, kami harap polisi memberikan hukuman seberat-beratnya bagi pelaku," harapnya. (met/det/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






