Massa saat tiba di depan kantor Pemkab Sumenep. foto: rahmatullah/ BANGSAONLINE
SUMENEP, BANGSAONLINE.com – Puluhan Aliansi Pemuda Sumenep (APS) kembali melakukan aksi ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, Kamis (21/4). Dalam aksi kali ini, massa mendesak 5 kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dicopot, sebab semua pimpinan SKPD itu dinilai tidak produktif.
Selain berorasi, massa juga membawa poster bertulis kecaman, di antaranya “LENGSERKAN KEPALA DINAS TIDAK PRODUKTIF”, ‘‘WASPADA MAKELAR MUTASI JABATAN”, dan beberapa kalimat kecaman lainnya.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
Koorlap aksi, Imam Arifin, membeber 5 SKPD itu di antaranya Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatarung), Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Dalam kajian kami, semua pimpinan di masing-masing instansi tidak produktif. Lebih baik diganti saja,” tegasnya.
Menurut Imam, salah satu kegagalan Disdik tidak bisa meningkatkan mutu pendidikan, dan tidak punya terobosan baru untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sementara di antara kegagalan Dinas PU Cikatarung tidak bisa menuntaskan persoalan banjir yang mengepung wilayah perkotaan. Ada pun bentuk kegagalan Disbudparpora adalah tidak pernah melakukan inventarisasi situs peninggalan bersejarah.
Imam melanjutkan, Bappeda sebagai perancang pembangunan tidak bisa membentuk forum pengawas CSR perusahaan, padahal hal itu dirasa penting agar realisasi CSR tepat sasaran. Sedangkan Dinkes dinilai tidak bisa meningkatkan pelayanan kesehatan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




