Tampak warga mengungsi ke balai desa Babadan kecamatan Karangrejo. foto: FERI W/ BANGSAONLINE
Ia memastikan banjir bandang juga tidak menyebabkan terjadinya korban jiwa ataupun kerusakan rumah meski rendaman banjir telah menyebabkan aktivitas warga di daerah itu praktis lumpuh total.
"Ini banjir terbesar yang pernah terjadi di desa kami sejak 10 tahun terakhir. Mungkin karena petugas irigasi lupa tidak membuka pintu cekdam di alur sungai di atas sehingga air meluber dan menggenangi permukiman kami," tutur Samlan, warga Desa Babadan.

Warga desa Babatan Rizal (28) mengatakan, turunya hujan sejak pukul 15.00 hingga pukul 17.15. Sedangkan sekitar pukul 16.00 volume air mengalami peninggkatan signifikan hingga rata dengan tanggul, menurutnya dalam hitungan menit ketinggian air terus tertumpah di permukaan tanggul kemudian menjalur ke sungai Udu dan mengenangi pemukiman warga.
“Banjir tahun ini yang pertamakali, sedangkan sebelumnya belum sepernah ini. Hampir semua warga di dusun sini terendam hingga masuk ke dalam rumah, tapi sebagian lainya tidak masuk ke rumah karena pekaranganya tinggi,” kata dia
Dia menambahkah, Selain itu, air sungai yang meluap tersebut juga merendam jalan raya utama penghubung kecamatan Karangrejo dengan Ngantru hingga mengakibatkan arus lalulintas kendaraan jalur alternative lumpuh.
“Kendaraan besar bisa perlahan melintasi genangan itu, namu kendaraan jenis roda dua yang lewat hampir semua mogok lantaran ketinggian di lokasi jalan ini hingga 50 cm,” tambah dia. (fer/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






