
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kasus perampokan toko emas di Pasar Sembayat, Desa Sembayat Kecamatan Manyar hingga kini belum berhasil diungkap korps Bhayangkara Polres Gresik. Perampokan tersebut terjadi bulan April lalu.
"Kami kesulitan mendapatkan saksi-saksi yang mengetahui kasus tersebut. Sehingga, hingga sekarang kami belum berhasil mengungkap kasus tersebut," kata Kapolres Gresik, AKBP Adex Yudiswan saat acara halal bihalal dengan wartawan di RM Pringgading, Kamis (14/7).
Namun, demikian, Kapolres mengaku, pihaknya terus bekerja maksimal agar segera mungkin bisa mengungkap perampokan toko emas yang membuat korban mengalami kerugian hingga miliaran rupiah tersebut.
Ia juga meminta bantuan masyarakat, agar apabila mengetahui langsung kasus tersebut dan mengetahui ciri-ciri para pelaku atau kenal pelaku langsung memberitahukan kepada polisi.
Masyarakat tidak perlu takut. Sebab, Polres Gresik akan melindungi identitas masyarakat tersebut dan melindunginya. "Sejauh ini, kami kesulitan mendapatkan saksi yang mengetahui kejadian tersebut yang bisa dijadikan rujukan polisi untuk menangkap para pelaku," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Senin (12/4), kawanan rampok menyatroni Toko Emas Sederhana milik H Khasin (50), warga Desa Bungah Kecamatan Bungah, di Pasar Desa Sembayat.
Akibatnya, emas seberat 3,5 kilogram dan uang tunai Rp 80 juta yang tersimpan di brankas toko berhasil digasak kawanan rampok.
Dugaan sementara, aksi pembobolan toko emas itu dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB. Sebab, jika malam hari pasar tersebut ramai dan dijaga petugas. Pelaku pembobolan diperkirakan lebih tiga orang.
Data dari olah TKP (tempat kejadian perkara) sementara, para pelaku masuk ke toko emas dengan cara merusak gembok pintu rolling door. Selanjutnya, para pelaku masuk ke toko dan membuka brankas yang berisi perhiasan dan uang Rp 80 juta.
“Kira-kira emas yang dibawa pelaku 3,5 kilogram nilainya sekitar Rp 1,65 miliar. Pelaku juga membawa uang tunai yang kami simpan di brankas Rp 80 juta,” ujar pemilik toko emas, H Khasin usai kejadian.
Perampokan tersebut membuat geger pengunjung pasar yang saat itu melihat kejadian tersebut. Sebab, toko yang masih dalam keadaan terkunci nampak tidak ada kejadian apapun. Namun barang yang ada di dalam toko ludes digondol kawanan perampok.
Aksi pembobolan itu baru diketahui Muhyiddin, (35) seorang pegawai Toko Emas tersebut setelah sekitar pukul 06.30 WIB saat hendak membuka toko.
Muhyiddin kaget lantaran gembok yang dipegang beda dengan gembok biasanya. Bahkan, saat dibuka ternyata kuncinya juga tidak bisa. “Karena tidak bisa dan gemboknya baru, maka Muhyiddin telepon saya. Saya datang ke toko dan saya minta untuk dibongkar,” ungkap H Khasin.
Saat masuk, ternyata di dalam toko acak-acakan. Brankas tidak lagi di tempatnya dan sudah terbuka. Betapa kagetnya Khasin, ternyata perhiasan dan uang tunai yang disimpan hilang. Selanjutnya, pihaknya meminta untuk laporan ke Mapolsek Manyar. (hud/rev)