“Saya bangga atas ide kreatif dan bentuk nasionalis masyarakat nganjuk, dengan menampilkan ide unik dan kreatif,” tandas Surya.
Sementara itu tokoh masyarakat Nganjuk Suratman, sekaligus koordinator kosti mengatakan, suatu bentuk partisipasi pecinta sepeda ontel ingin berbagi kebahagian dengan masyarakat dan ikut memeriahkan HUT RI ke-71. Selain pimpinan upacara yang menggunakan pakaian pewayangan, para peserta juga menggunakan pakaian lengkap ala pejuang 45 lengkap dengan atribut dan sepeda tuanya.
“Memang saya menginginkan kesan unik dan mengena langsung ke masyarakat,” kata Suratman.

Menurutnya, kesan merakyat dan tradisional adalah suatu kultur budaya dari masing-masing daerah, kita sendiri dari jawa dan kental dengan budaya wayang. Kultur budaya inilah yang akan lebih memperkenalkan daerah tersebut ke manca negara, bahwa adat dan budaya yang berbeda-beda tapi tetap satu yaitu di Indonesia. Jadi keanekaragaman yang tercerminan dalam Bhineka Tunggal Ika tidak bisa kita tinggalkan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
“Saya atas nama Kosti mengucapkan trimakasih kepada para pejuang dan pendahulu bangsa, jasanya tak akan bisa terlupakan,” tutur Suratman.
Pada kesempatan tersebut masyarakat yang hadir dalam upacara tersebut juga di sediakan jajanan dan makanan gratis. Sebanyak 10 pedagang yang di persiapkan untuk memberi makanan gratis langsung di serbu di antaranya, 2 pedagang bakso, gado-gado, tahu campur, nasi pecel, lontong balap, es tebu, dan pedagang cireng. (bam/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




