Umat sekian banyak dan terbuka saja lan-lanan dibohongi, di depan publik saja tega berbuat khianat, belum berkuasa saja sudah berani menipu, apalagi saat sudah berkuasa dan bisa berlaku leluasa. Soal ketangkap KPK atau tidak, itu soal lain. Itu soal nasib, di samping soal kelihaian menutupi aib. Toh orang-orang di KPK, di pengadilan, di kejaksaan juga manusia.
Kedua, menuai keburukan. Sebagai akibat dari ketidakjujuran yang dia lakukan, pemimpin itu akan menanggung akibatnya. "watadzuq al-su' bima shadadtum 'an sabilillah".
Bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna, pasti meninggalkan jejak. Bahwa, sepandai-pandai tupai melompat, pasti gagal juga. Sepandai-pandai membungkus bangkai, tetap saja akan tercium bau busuknya.
Bisa jadi tidak ketangkap KPK dan tidak pula dipenjara, tapi bisa dipastikan hidupnya tidak akan tenang dan terus dihantui kegelisahan, selalu waswas dan terus-menerus dalam kepura-puraan.
Meskipun dipublis dengan kegiatan agama dan gebyar al-qur'an, tetap saja tidak bisa menutupi hakekat persoalan. Meskipun sudah tampil ramah, menyapa dan memanis-maniskan diri, tetap saja kecut rasanya di hati umat. Rasan-rasan publik tetap ada dan tidak bisa hilang begitu saja sebelum Tuhan menuntaskan. Keburukan (al-su'), entah apa bentuknya pasti ditimpakan kepadanya. Itu sudah menjadi keputusan Tuhan.
Ketiga, disiksa pedih di akhirat nanti. "wa lakum adzab 'adhim". Siksaan tersebut mutlak adanya dan sudah tidak perlu lagi dikomentari. Pasti terjadi, tidak ada yang bisa menolong dan volumenya tiada terhingga. Akhirat adalah pembalasan pamungkas. Andai seseorang bisa lolos dari hukuman dunia karena Tuhan menghendak begitu, tapi itu tidak berarti baik.
Sangat mungkin Tuhan tega dan nanti akan mengakumulasikan kepedihan hukuman. Hukuman di dunia digabung dengan hukuman akhirat. Nambah soro.
Tuhan bebas melakukan apa yang Dia mau. Tuhan tidak bisa diminta bertanggungjawab atas apa yang Dia lakukan, justru dia meminta kita mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan. La yus'al 'an ma yaf'al wa hum yus'alun" (al-anbiya':23).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




