
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Beberapa waktu lalu, sejumlah kepala daerah di selatan Jawa Timur mengusulkan agar segera dilakukan pembangunan bandara baru. Terkait itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberi sinyal positif usulan tersebut, saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian dari berbagai aspek.
"Memang beberapa waktu lalu para bupati, dipimpin Bupati Trenggalek Emil Dardak meminta ada bandara di kawasan Jawa Timur. Lokasinya, yang mungkin ditempati Tulungagung. Kami masih melakukan studi," kata Budi Karya saat melakukan kunjungan ke Pelabuhan Teluk Lamong Surabaya, seperti dikutip dari HARIAN BANGSA, Jumat (9/9).
Menurut Budi, salah satunya dengan mempertimbangkan aspek geografis di wilayah Tulungagung itu. Budi mengungkapkan, di sekitar tempat itu sudah ada dua bandara.
"Ada Bandara Abdurahman Saleh di Malang, dan Bandara Iswahyudi di Madiun," kata dia.
Oleh karena itu apabila ingin membangun bandara baru itu, menurut Budi harus dilakukan koordinasi dengan kedua bandara tersebut. Sebab, kedua bandara itu juga melayani rute penerbangan ke selatan Jawa Timur. Selain itu, kontur wilayah juga perlu diperhatikan. Ia mengakui, dari sekian wilayah di selatan Jawa Timur, yang paling cocok bandara itu dibangun di Kabupaten Tulungagung.
"Lokasi yang paling cocok untuk bandara memang di Tulungagung. Kami akan kaji terus kelayakannya," ujar mantan Dirut PT Jaya Ancol itu.
Terpisah, rencana pembangunan bandara di Tulungagung ini mendapat apresiasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Jatim. Hal itu diungkapkan Wakil Sekretaris FPKB DPRD Jatim, Chusainuddin.
"Kami sangat mendukung rencana pemerintah pusat membangun bandara di wilayah Selatan Jawa Timur," ucap politisi yang akrab disapa Mas Udin itu.
Politisi muda PKB ini mengungkapkan, pihaknya mendorong percepatan pembangunan bandara itu. Kehadiran bandara itu akan membuka akses transportasi udara ke delapan kabupaten/kota yang masuk wilayah eks karasidenan Kediri dan Madiun sehingga akan mendongkrak tingkat perekonomian di wilayah tersebut.
"Keberadaan bandara di wilayah Jawa Timur bagian Selatan ini akan membuka akses delapan kabupaten/kota yang memiliki potensi ekonomi dan alam yang luar biasa. Dengan begitu potensi itu bisa lebih diekplorasi,” tutur anggota Komisi B DPRD Jatim tersebut.
Sekretaris Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) Jatim ini menilai, rencana pembangunan bandara baru yang sudah disetujui pemerintah pusat itu sejalan dengan keputusan Presiden membuka ruang udara di Jawa bagian Selatanserta program Nawacita Presiden Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
Terkait lokasi bandara, Chusainuddin juga sepakat sepakat di wilayah Tulungagung. Menurutnya, keputusan itu tepat karena Tulungagung letaknya strategis, berada di tengah-tengah delapan daerah pengusul pembangunan bandara komersial tersebut.
"Saya kira Tulungagung paling pas sebagai lokasi bandara, karena berada di tengah-tengah kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Blitar, Tulungagung, dan kota Kediri. Jadi lokasinya paling strategis,” urai politisi asli Tulungagung ini.
Anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Jatim VI ini mengakui sampai saat ini ada dua opsi lokasi bandara yakni di kecamatan Campurdarat yang masuk wilayah Tulungagung Selatan dan kecamatan Rejotangan yang masuk wilayah Tulungagung Timur. Secara pribadi, ia lebih setuju bandara ada di Rejotangan karena dekat dengan akses jalur lintas selatan (JLS) dan jalur kereta api dengan akses jalan nasional dan provinsi yang representatif.
Selain itu, faktor angin dan infrastruktur di Rejotangan lebih menunjang. Angin di Rejotangan tidak sekencang di Campurdarat. Selain itu, lahan yang siap untuk lokasi bandara di Rejotangan 300 hektare, lebih luas dari di kecamatan Campurdarat yang hanya 200 hektare. Disamping itu, kecamatan Rejotangan juga dekat dengan makam proklamator RI, Bung Karno di kota Blitar sehingga bisa menunjang wisata sejarah.
“Keputusan akhir penetapan lokasi bandara memang ada di tangan Kementerian Perhubungan dan Menkopolhukam. Tapi kami mengusulkan kecamatan Rejotangan sebagai lokasi bandara,” pungkasnya. (mdr/ns)