Proses evakuasi jasad santri Langitan. foto: dok.bangsaonline
3. Arif Mabruri (19) dari Ngampal, Sumberejo Bojonegoro.
4. Khabib Rizki (15) dari Medan.
5. Abdullah Umar (15) dari Manyar, Gresik.
6. M Barikli Amri (12) dari Manyar, Gresik.
7. Muhammad Lujainid Dani (13) dari Gresik.
Ketujuh santri itu semuanya sudah diserahkan kepada keluarga korban, untuk dimakamkan. Isak tangis keluarga para korban mewarnai proses evakuasi dari Sungai Bengawan Solo, hingga proses autopsi di Puskesmas.
Seperti diketahui, ketujuh santri Ponpes Langitan itu awalnya menyeberang sungai bengawan solo dengan menumpang perahu tambang bersama 18 santri lainnya pada, Jumat (7/10) kemarin. Sebelum sampai di tepi, perahu yang ditumpangi 25 santri itu tenggelam, karena kebanyakan muatan.
18 santri berhasil menyelamatkan diri, sedangkan tujuh santri hilang terbawa derasnya arus sungai terpanjang di pulau Jawa itu. Kemudian, ke tujuh santri dari berbagai kabupaten di Indonesia ini dapat ditemukan satu per satu dalam keadaan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, Polair, Basarnas, BPBD, TNI, polisi dan instansi lainnya. (nur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




