Warga Desa Ngadirenggo mengungsi di Pendopo Kecamatan Pogalan. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 81 jiwa warga yang terdiri dari 27 KK di RT/RW 01/02 dusun Grojogan desa Ngadirenggo kecamatan Pogalan terpaksa harus mengungsi di pendopo kecamatan setempat. Ini setelah rumah mereka terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 1 meter.
Ita, warga desa Ngadirenggo yang menjadi salah satu pengungsi dalam peristiwa banjir ini. "Air mulai naik ke rumah kami sekitar pukul sepuluh malam. Karena air semakin naik maka kami putuskan untuk mengungsi di kecamatan ini," ungkapnya, Senin (10/9).
BACA JUGA:
- Tergenang Banjir dan Longsor, Sejumlah Jalan di Trenggalek Putus
- Pastikan Penanganan Infrastruktur Berjalan Cepat, Bupati Trenggalek Lakukan Peninjauan
- Bupati Arifin Tinjau Sungai Domerto yang Nyaris Rata dengan Tanah
- Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Munjungan, Bupati Trenggalek Lakukan Penguatan Sisi Sungai
Menurut Ita, ia dan keluarganya beserta tetangga lainnya terpaksa meninggalkan rumah karena genangan air semakin tinggi hingga se-ukuran dada orang dewasa.
Lain halnya dengan Robiyah warga dusun grojogan desa Ngadirenggo. "Hampir semua RT satu mengungsi di sini. Namun ada beberapa orang terutama orang tua tua yang tidak mau diungsikan, padahal sudah diminta oleh tim SAR untuk mengungsi di kecamatan ini, Namun tetap tidak mau," ungkapnya.
Robiyah juga mengeluh jika selama hampir dua jam lebih mengungsi di tempat tersebut belum mendapat bantuan makanan dan minuman dari pihak mana pun. (man/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




