
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – “Bu Bambang Cake” membuat Pudding Art yang berbentuk bunga dan ikan. Demikian yang di sampaikan Suwarni (51) pemilik “Bu Bambang Cake”, tadi pagi, di rumahnya.
Suwarni pemilik “Bu Bambang Cake” sudah membuat pudding art sejak 2 tahun yang lalu, dia mendapatkan ide itu ketika dia melihat pudding yang begitu-begitu saja. Sejak saat itu dia memikirkan bagaimana cara membuat pudding yang berbeda dengan yang lainnya, dan akhirnya dia mempunyai ide untuk membuat pudding art yang berbentuk ikan dan bunga.
Pudding art Suwarni terbuat dari bahan jelly rasa sirsak dan susu, alasan menggunakan rasa sirsak karena mempunyai warna yang bening, sehingga bentuk ikan dan bunga mawar di dalam pudding bisa terlihat dengan jelas dari luar.
tumpeng ini, seluruhnya dari puding.
“Pembuatan bentuk dalam pudding art seperti bunga mawar menggunakan suntik khusus pudding art, dan biasanya saya membeli jarumnya itu di apotek,” aku dia.
“Dan untuk bentuk ikan saya menggunakan cetakan, sebenarnya saya bisa membuat bentuk ikan tapi membutuhkan waktu yang cukup lama,” tambahnya.
lukisan ikan nemo dalam puding.
Untuk membuat bentuk ikan dan bunga mawar Suwarni tidak menggunakan campuran air sama sekali, sehingga bisa berbentuk.
Suwarni mengaku kalau dia sudah bisa membuat bentuk bunga dalam sekali belajar saja, “Saya sekali belajar gitu sudah bisa membuat, ya memang dari dulu saya sudah membuat berbagai macam kue jadi saya sudah terbiasa dengan berbagai macam bentuk untuk hiasannya,” tandasnya.
Suwarni mengaku kalau pudding art buatan dia itu tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali, “Pudding buatan saya ini tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali, saya berani jamin itu. Dan pudding saya itu bisa bertahan selama 3 hari di suhu ruangan, kalau di dalam kulkas ya bisa sampai 5 hari,” aku dia.
Dia tidak hanya membuat pudding art berukuran kecil, tapi dia juga membuat pudding lukis yang berukuran besar, selain itu dia membuat berbagai macam jenis kue.
Omzet dalam satu bulan bisa mencapai Rp. 10 – 12 juta, “Saya biasanya menjual Cake saya itu di rumah, di sekitaran kelurahan, kecamatan, dan menerima pesanan via WhatsApp, dan untuk omzet dalam sebulan kira itu Rp. 10 – 12 juta perbulannya,” tutupnya. (luckmanhakim/UTM)