"Pameran Akbar Mega Industri yang Berbudaya", Mantapkan Gresik sebagai Kota Industri

"Pameran Akbar Mega Industri yang Berbudaya", Mantapkan Gresik sebagai Kota Industri Wagub Jatim Syaifullah Yusuf didampingi Bupati-Wabup Sambari-Qosim dan Ketua DPRD Abdul Hamid saat pembukaan pameran akbar mega industri. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

“Kegiatan ini tidak sekadar sebuah pameran, namun juga ada kombinasi budaya. Lihat saja saat konvoi tadi, tak hanya mengangkut miniatur perusahaan. Tapi juga ada tari-tarian khas Gresik serta budaya religi yang lain,” ujar Sambari.

Setidaknya ada 108 perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam pameran ini. “Kami upayakan agar pelaksanaan pada tahun selanjutnya lebih meriah dan diikuti oleh lebih banyak lagi perusahaan”, harap Sambari.

Tentang tujuan penyelenggaraan kegiatan ini, lanjut Sambari, tujuannya adalah untuk lebih memantapkan brand Gresik sebagai Kabupaten Industri. Peningkatan peran industri yang ada di Kabupaten Gresik terhadap kemajuan kebudayaan perlu lebih dipacu lagi.

Menurut Bupati, dengan adanya pameran karnaval industri ini, diharapkan perkembangan industri di Gresik bisa lebih berwawasan budaya. “Budaya di Gresik adalah budaya santri. Oleh sebab itu, setiap industri yang ada di Gresik lebih berperan terhadap nilai-nilai sosial keagamaan. Harus lebih berperan terhadap kemajuan budaya, namun tidak meninggalkan nilai-nilai Islami,” paparnya.

Pameran akbar ini murni dari keinginan untuk meningkatkan investasi di Gresik. Mulanya hal ini merupakan tugas kepada dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menarik investor dan wisatawan berkunjung ke Indonesia.

“Kami memilih kegiatan ini karena memang belum pernah ada sebelumnya. Untuk itu agar masyarakat Gresik ikut mensukseskan program ini bersama-sama, marilah kita bersama-sama menyambut investor baru," ajak Sambari penuh optimis.

Sementara Kepala Bagian Hubungan Masyarakat , Suyono menjelaskan, selain pelaksanaan karnaval, pihaknya juga menyelenggarakan pameran industri ini selama tiga hari. Kegiatan ini dimulai pada 27-30 Oktober 2016 di indoor Gelora Joko Samudro.

Selain karnaval trailer dan pameran industri, panitia juga mengadakan festival kuliner dan pentas seni. “Setiap perusahaan disiapkan stand seluas 9 meter persegi. Gerai-gerai tersebut dapat dipakai untuk memperkenalkan produk. Selain itu mereka juga diperkenankan untuk mensosialisasikan industrinya masing-masing. Hal ini penting, karena mungkin saja masih banyak masyarakat yang belum tahu apa saja produk dan industri yang ada Gresik," pungkas Suyono. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO