Pemkab Gresik Dianggap Tak Peduli Grosir Pasar Ikan Modern

Pemkab Gresik Dianggap Tak Peduli Grosir Pasar Ikan Modern Kondisi grosir pasar ikan modern pasca diresmikan bulan Maret silam. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

"Kalau Pemkab peduli kan seharusnya kegiatan tersebut diletakkan di Grosir Pasar Ikan Modern untuk mengenalkan  kepada masyarakat," pungkasnya.

Direktur PT. Lumbung Putra Kalimantan, Gus Sholeh kepada BANGSAONLINE.com mengakui hingga saat ini Grosir Pasar Ikan Modern belum ada aktivitas pasca diresmikan Bupati Sambari - Wabup Qosim, Maret silam. Padahal pada 2017, tepatnya bulan Oktober, PT. Lumbung Putra Kalimantan sudah dikenakan kontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah). "Bulan Oktober 2017 kita sudah harus setor ke PAD," terangnya.

Sementara kepala DKPP Pemkab Gresik, Langu Pindingara mengaku saat ini pihaknya terus berupaya maksimal untuk menggeliatkan Grosir Pasar Ikan Modern. Salah satu caranya adalah dengan menggandeng beberapa pengusaha ikan.

Menurutnya, saat ini penjualan stan Grosir Pasar Ikan Modern sudah cukup baik setelah ada kebijakan baru dari manajemen PT. Lumbung Putra Kalimantan sebagai investor tunggal. "Sekarang beli stan di sana tanpa uang muka dengan dikasih jangka waktu 3 tahun," terang mantan Staf Ahli Bupati ini.

Ditambahkan Langu, beban setor PAD untuk Grosir Pasar Ikan Modern mulai berlaku pada APBD tahun 2017. Manajemen diberikan tugas memberikan suntikan kisaran Rp 100 juta kepada Pemkab. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ditjen Bea Cukai Ditegur Menkeu Terkait Oknum Penjual Pita Rokok':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO