Petugas Bulog Divre Kediri saat mengecek kadar air milik petani di desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, Kediri.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pada musim panen pertama di tahun 2017 ini, Bulog Kediri menggenjot serapan gabahnya. Sebab tahun ini, Bulog Kediri menargetkan mampu menyerap 50 ribu ton beras di dua wilayah kerjanya. Dalam mencapai target tersebut Bulog Kediri turun langsung ke Petani untuk membeli gabah yang baru dipanen.
Kepala Bulog Divre Kediri Rachmad Syahjoni mengatakan pada tahun 2017 ini Bulog menargetkan serapan hingga 88 ribu ton setara beras. Untuk mencapai target ini, pada musim panen raya pihaknya berupaya mampu menyerap 50 ribu ton dari wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk.
BACA JUGA:
- Stok Beras Melimpah, Anggota Komisi VIII DPR RI Apresiasi Kinerja Bulog Kediri
- Bulog Kediri Pastikan Stok Beras Aman hingga 14 Bulan Kedepan, Harisun: Masih Akan Bertambah
- Bulog Kediri Salurkan Bantuan Pangan ke 34.296 Warga Jelang Idulfitri
- Bulog Kediri Salurkan 557 Ribu Liter MinyakKita, Harga Stabil Sesuai HET
"Kita langsung terjun ke Petani untuk membeli gabahnya, tentunya selain untuk mencapai target, paling tidak ketika bulog langsung turun ke Petani harga gabahnya bisa terangkat, karena kita membeli sesuai HPP," kata Joni saat membeli gabah di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal Jaya, di Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, Kediri, Kamis (16/3).
Kendati langsung turun ke Petani, Bulog tidak sembarangan membeli gabah petani, artinya gabah yang dibeli bulog harus sesuai persyaratan yang ditetapkan oleh aturan pemerintah, di antaranya untuk gabah kering panen kadar air maksimum 25 persen dan hampa kotoran 10 persen.
"Jika persyaratan itu telah sesuai, kita berani membeli sesuai HPP, yakni Rp 3.700/kg. Di poktan ini tadi kualitas gabahnya cukup bagus dan kita berani membeli hingga Rp 3.800/kg," ujarnya.
Ketua Gapoktan Manunggal Jaya Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Waluyo, mengungkapkan, dalam panen raya tahun ini harga jika dijual ke gudang lokal cukup rendah. Harga beras hanya di kisaran Rp 7000, dan tentu saja ada selisih Rp 300 jika dijual ke Bulog.
"Selisih harga itu sangat berharga bagi kami. Dengan kerja sama dengan bulog paling tidak harga beras bisa terangkat," ujar Waluyo.
Diketahui mengacu Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tahun 2015 untuk Harga Gabah Kering Panen Rp 3700/kg, untuk harga Gabah Kering Giling Rp 4600/kg, sedangkan untuk Beras Rp 7300/kg. (rif/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




