Fasilitasi peternak Kabupaten Blitar yang dihadiri puluhan peternak serta Dirjen PKH Kementan. foto: AKINA/ BANGSAONLINE
"Untuk itu, masalah ini harus kita hadapi bersama karena ini masalah bersama. Karena imbasnya juga ke peternak, terlebih harga telur sekarang turun lagi," tutur I Ketut Diarmita saat melakukan koordinasi dengan peternak se Kabupaten Blitar.
Di tempat yang sama, Bulog Sub Divre Tulungagung, Krisna Murtiyanto menegaskan jika stok jagung impor untuk peternak ayam di Blitar, masih mencukupi. Menurutnya, sejak Januari telah disiapkan stok sebanyak 10.770 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9600 ton sudah didistribusikam ke peternak di Blitar, Kediri dan Tulungagung. Sementara sisa stok sebanyak 1.120 ton masih akan mendapatkan tambahan dari Jakarta sebanyak 5.000 ton.
"Dimungkinkan karena biaya distribusi naik, jadi harganya juga ikut naik, namun stok kita aman," papar Krisna Murtiyanto.
Sementara, bupati Blitar Rijanto yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, jumlah peternak di Kabupaten Blitar saat ini sebanyak 4322 peternak. Dengan jumlah tersebut, per hari bisa memproduksi 450 ton telur untuk mencukupi kebutuhan di berbagai daerah.
Untuk itu, pihaknya berupaya agar permasalahan yang dialami para peternak di Kabupaten Blitar bisa segera tuntas.
"Peternak menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kabupaten Blitar, untuk itu kita juga harus sama-sama mencari solusi terkait permasalahan yang ada di dalamnya," ujar Rijanto. (blt1/tri/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




