
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Gresik dihebohkan dengan beredarnya rekaman CCTV (closed circuit television) yang menunjukkan aksi 5 orang kawanan perampok tengah berupaya menggarong harta benda di kantor DPU TR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) di jalan Dr. Wahidin SH, Kebomas, Jumat (16/6/2017) dini hari.
Adalah Ari, salah satu warga yang tinggal di Jalan Dr. Wahidin SH, Kebomas yang mengaku mendapatkan rekaman CCTV tersebut. "Saya dapat kiriman dari seseorang," katanya kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (16/6/2017).
Dalam rekaman CCTV yang terpasang di kantor DPU TR tampak jelas kawanan tersebut turun dari sebuah mobil yang diparkir persis di depan pintu gerbang kantor tersebut.
Selanjutnya kawanan perampok yang mengenakan topi dan cadar itu terlihat masuk halaman kantor DPU TR sambil tergesa-gesa. Selang beberapa menit kemudian, 5 kawanan rampok itu lari terbirit-birit kembali masuk dalam mobil kemudian dan kabur tancap gas.
Pada saat kejadian, lalu lintas di sekitar kantor DPU TR memang sedang ramai. Dari CCTV terlihat jelas lalu lalang kendaraan besar dan motor.
Belum jelas, apa ada barang-barang berharga DPU TR yang berhasil digondol kawanan perampok. DPU TR terkesan menutup nutupi kasus tersebut.
Salah satu pejabat di DPU TR yang namanya enggan dipublikasikan membenarkan adanya percobaan perampokan ini. "Ya Mas, semalam ada upaya perampokan tapi gagal," katanya.
Ia menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB pagi. Para kawanan perampok itu masuk saat satpam penjaga tengah keluar mencari makan untuk sahur.
"Nah, pada saat keluar, satpam tersebut lupa mengunci pintu gerbang. Kondisi itu lalu dimanfaatkan kawanan rampok yang diduga sudah menyanggong," ungkapnya.
Sementara perampokan itu gagal setelah satpam yang kembali dari mencari makan memergoki. "Si satpam langsung berteriak 'rampok.... rampok... rampok'. Teriakan satpam itu membuat warga sekitar berdatangan, sehingga kawanan permpok kabur," terangnya.
Sekadar informasi, kasus tersebut bukan yang pertama kali. Sebelumnya, tepatnya menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun lalu, Kantor yang dipimpin Bambang Isdianto tersebut juga pernah digarong kawanan perampok.
Saat itu perampok berhasil membawa kabur brankas di ruang Bambang Isdianto yang berisikan honor dan uang operasional yang nilainya mencapai Rp 200 juta lebih. Mereka berhasil mengobok-obok kantor setelah melumpuhkan satpam penjaga. (hud/rev)