Para ibu-ibu yang tergabung dalam UMKM handycraft. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Diskop UKM dan Perindag (Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan) Pemkab Gresik) turut berupaya membantu dalam mengurangi angka pengangguran. Salah satunya, dengan memperbanyak klaster dan pembuatan sentra hasil produk masyarakat.
"Diskop selain intens memberikan pembinaan kepada UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), kami juga intens membentuk klaster dan sentra hasil produk," ujar Kepala Diskop, UKM dan Perindag Pemkab Gresik Agus Budiono kepada BANGSAONLINE.com, Senin(25/9/2017).
BACA JUGA:
- Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Masyarakat Minta Kejari Gresik Bongkar Penikmat Korupsi Hibah UMKM
- Kejari Gresik Akhirnya Tahan Joko, Tersangka Kasus Korupsi Hibah UMKM Diskop Gresik
- Kepala Desa di Benjeng Ngaku Diusir Siska saat Perjuangkan Warga Terbelit Utang Koperasi
- Siska, Kabid Koperasi Diskoperindag Gresik yang Terjerat Korupsi Hibah UMKM Dikenal Sederhana
Menurut ia, saat ini di Kabupaten Gresik ada 5 UMKM yang tergabung dalam klaster. Mereka membuat makanan ringan seperti yang berada di Dusun Morowudi Kecamatan Cerme, makanan khas Gresik di Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik, makanan khas di Desa Klangonan Kecamatan Kebomas, serta pembuatan kerajinan rotan di Desa Domas Kecamatan Menganti.
"Selain itu, pembuatan kopyah di Gresik dan di Kecamatan Bungah, rebana dan baju muslim di Kecamatan Bungah. Kami juga memiliki sentra sarung di Desa Wedani Kecamatan Cerme," terang Agus.
Selain sentra di atas, Diskop telah memplot Desa Metatu Kecamatan Cerme sebagai sentra industri kecil. Di sana sedikitnya ada 30 persen pelaku industri kecil baru dari sejumlah masyarakat.
"Mereka gencar mengikut pelatihan yang diadakan Dinkop UKM dan Perindag. Sentra UKM di sana terdata setelah kami melakukan pemantauan pasca pelatihan," terangnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




