Hadiri Haul di Pasuruan, Khofifah Ungkap Tanda-tanda Kewalian Gus Dur

Hadiri Haul di Pasuruan, Khofifah Ungkap Tanda-tanda Kewalian Gus Dur

Pukul 07.00 WIB pendaftaran ditutup, pukul 10.00 WIB sidang pleno pemilihan presiden dibukan Ketua MPR, Amien Rais. Khofifah semakin deg-degan khawatir berkas tak memenuhi syarat. Sampailah Sekjen MPR mengumumkan bahwa seluruh berkas administrasi calon presiden atas nama dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat. Lega!

"Mungkin saya orang paling deg-degan saat itu. Seluruh orang di PKB dan masyarakat tidak tahu, bahwa kelengkapan seluruh persyaratan pencalonan sesunguhnya ditandatangan sendiri oleh ," ungkap Khofifah yang akan maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jatim 2018.

Nah, kalau kita mau menghitung, tambah Khofifah, "Salah satu tanda kewalian ya di situ. Bagaimana tanda tangan pimpinan lembaga ditandatangani sendiri dan itu dianggap memenuhi syarat. Sampailah proses pemilihan dan alhamdulilah menang."

*Kembali Spot Jantung*

Begitu pula saat Khofifah mendaftarkan Megawati Soekarnoputri sebagai calon wakil presiden atas permintaan . Saat Khofifah meminta kelengakapan adminstrasi ke PDIP, tidak ada yang bisa memberikan, karena PDIP memang hanya mencalonkan ketua umumnya sebagai Capres, bukan Cawapres.

Khofifah pun melakukan cara serupa, seperti saat mendaftarkan . Mengetik sendiri berkas dan mendaftarkan pencalonan Megawati tanpa ditemani seorang pun, baik dari PDIP maupun PKB. Sampai di tempat pendaftaran, petugas sempat menanyakan kelengkapan administrasi karena berkas yang dibawa hanya satu lembar.

"Saya bilang, lho kemarin kan sudah nyalon presiden, persyaratannya persis seperti yang kemarin," kata Khofifah yang disambut aplaus dan ger-geran jamaah yang hadir.

Spot jantung Khofifah terhenti, saat Sekjen MPR mengumumkan bahwa kelengkapan administratif usulan PKB MPR RI terhadap pencalonan Megawati dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat.

Dari dua pengalaman tersebut, menurut Khofifah, menjadi penguat keyakinan bahwa memang mimba'dil aulia (wali Allah). "Hal-hal seperti ini akan menjadi bagian penting ketika kita berada di dalam sebuah jamiyah NU," tandasnya.

Apalagi ada kesamaan antara dengan para wali Allah, di antaranya Syekh Abdul Qodir Al Jaelani: Sama-sama dermawan. "Dalam banyak riwayat manakib yang kita baca, Syekh Abdul Qodir hobinya mengumpulkan anak muda dan dikasih pekerjaan. Begitu pula dengan yang bersuka cita dalam berbagi," katanya.

Selain Khofifah, tanda-tanda kewalian juga diungkap Katib Aam Syuriah PBNU, KH Yahya Cholil. Salah satunya bisa dilihat dari haul yang diperingati di banyak tempat. Padahal, katanya, haul kiai biasanya hanya digelar di Ponpesnya sendiri dan sekali dalam setahun.

"Kalau ada ulama dihauli di mana-mana, setiap orang bikin haul, itu bisanya wali. Contohnya Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, dihauli di mana-mana. Bahkan setahun enggak cuma sekali, waktunya pun bisa dipilih sendiri," katanya.

Hal sama juga terjadi pada Syekh Yasin bin Isa al Fadani atau Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani. "Nah ini kok sama, dihauli di mana-mana. Di Tebuireng, Jakarta, Bangil, Rembang, Jepara dan lain-lain. Itu kira-kira ya karena memang wali Allah," tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Semua Agama Sama? Ini Kata Gus Dur':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO