Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan Mohammad Zamroni.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Nasib pasar tradisional di Sidoharjo Lamongan Kota, Paciran, dan Glagah yang menelan anggaran APBN 2017 sebesar Rp 18 miliar hingga kini belum jelas. Pasca dibangun, saat ini pasar tersebut belum dihibahkan lantaran izin dari Pemerintah Pusat belum juga turun.
Ketiga pasar ini keberadaanya masing-masing ada di Lamongan Kota Jalan Raya Pahlawan, Kecamatan Paciran, Jalan Raya Deandels, dan Kecamatan Glagah Lamongan.
BACA JUGA:
- Upaya Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
- Lantik 34 Pejabat, Bupati Lamongan Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Viral Isu Dugaan Perselingkuhan Camat Karanggeneng, Ini Kata Sekda Lamongan
Seperti diketahui Pemkab Lamongan tahun 2017 lalu mendapatkan jatah pembangunan pasar tradisional dan sudah tuntas pada Desember tahun lalu. "Ketiga pasar tersebut sudah selesai pembangunanya, tetapi masih menunggu serahterima dari Pemerintah Pusat ke Pemkab Lamongan," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan Mohammad Zamroni, Senin (12/2).
Namun demikian, tambah Zamroni, meski belum ada serah terima dari Pusat ke Pemkab Lamongan, pasar tersebut sudah bisa dimanfaatkan para pedagang untuk melakukan transaksi jual beli. "Sambil menunggu penyerahan, kini pembangunan masing-masing pasar senilai Rp 6 miliar tersebut sudah bisa dimanfaatkan," pungkas Zamroni. (qom/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




