Warga saat melakukan evakuasi korban banjir.
Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Andik Sujarwo menambahkan, pihaknya sudah mengerahkan puluhan personil sejak Jumat sore untuk melakukan penutupan dorlat atau pintu air di dalam kota Bojonegoro, agar tidak kemasukan air Sungai Bengawan Solo. Saat ini jantung Kota Bojonegoro sedang dikepung air dan statusnya awas.
"Semua masyarakat kami imbau tetap tenang. Tidak panik saat wilayahnya tergenang air. Tim BPBD siap siaga melakukan evakuasi warga dan melakukan patroli pada titik-titik tanggul Bengawan Solo yang rawan," terangnya.
Dia juga meminta seluruh Camat dan instansi terkait terus meng-update perkembangan wilayah yang tergenang, serta melaporkan data rumah dan fasilitas umum yang tergenang air.
Andik mengungkapkan, kondisi air Sungai Bengawan Solo saat ini pada posisi siaga merah (siaga III) banjir, yakni pada titik 15.08 peilschall pada pukul 19.00 WIB. Kondisi air di Bojonegoro masih akan terus naik, meski di papan duga Karangnongko megalami sedikit penurunan.
"Puncak air Sungai Bengawan Solo saat ini berada di Kota Bojonegoro, kemudian akan beralih pada hilir Bengawan Solo Bojonegoro di Kanor dan Baureno yang puncaknya banjir pada besok pagi sampai siang," jelasnya. (nur/yud)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




